Pakistan gelar dialog produktif dengan Iran soal konflik dengan AS

2 hours ago 3

Moskow (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi mengatakan dia bersama Kepala Staf Angkatan Darat Pakistan Asim Munir telah menggelar perundingan yang produktif dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian terkait penyelesaian konflik antara Teheran dan Washington.

"Marsekal Lapangan Syed Asim Munir dan saya mengadakan pertemuan yang sangat positif dan produktif dengan Presiden Iran," tulis Naqvi di X, Selasa.

"Pembahasan kami berfokus pada konflik Iran-AS, ketegangan di Timur Tengah dan langkah ke depan, serta langkah-langkah yang diperlukan oleh kedua pihak untuk menghidupkan kembali Nota Kesepahaman (MoU) Islamabad, yang pada akhirnya akan mengarah pada penyelesaian konflik secara menyeluruh," imbuhnya.

Naqvi mengatakan Presiden Iran menyampaikan kekhawatiran pemerintahannya dalam pertemuan tersebut.

Menurut Naqvi, Pakistan berharap kemajuan signifikan yang dicapai dalam pembicaraan tersebut dapat membuka jalan bagi kemajuan lebih lanjut dan perdamaian yang langgeng di kawasan.

Pada 28 Februari, Amerika Serikat dan Israel menyerang sejumlah sasaran di Iran. Iran kemudian membalas agresi militer itu dengan menyerang sejumlah sasaran yang terkait dengan kepentingan Amerika dan Israel di kawasan Timur Tengah.

Pada pertengahan Juni, Teheran dan Washington menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan menghentikan permusuhan. Namun, tak lama kemudian, kedua pihak kembali saling serang.

Konflik tersebut hingga kini belum terselesaikan, meskipun tidak ada permusuhan aktif yang berlangsung.

Namun, AS memilih meningkatkan tekanan ekonomi terhadap Iran guna mengakhiri konflik melalui pemberlakuan tekanan finansial terhadap Teheran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Baca juga: Iran bantah terima undangan gabung dalam Perjanjian Pertahanan Makkah

Baca juga: Kepala staf AD Pakistan kunjungi Iran, dorong perdamaian Timur Tengah

​​​​​​​

Penerjemah: Katriana
Editor: Rahmad Nasution
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |