Jakarta (ANTARA) - Istilah “kinda chic” tengah digunakan pengguna media sosial untuk menggambarkan berbagai hal yang sebenarnya biasa, berantakan, atau dianggap tidak sesuai standar sosial, tetapi tetap dinilai menarik dan layak dirayakan.
Laman Psychology Today pada Senin (17/8) melaporkan frasa “kinda chic to” semakin banyak digunakan di TikTok, Instagram, dan platform media sosial lainnya.
“Kinda” merupakan bentuk singkat dari “kind of”, sedangkan “chic” berarti bergaya atau elegan. Dalam penggunaannya di media sosial, “kinda chic” merujuk pada sesuatu yang sebenarnya tidak secara tradisional dianggap bergaya, tetapi kemudian diberi makna positif.
Baca juga: Gaya "Parisian Chic" Laura Basuki hingga Jessica Mila
Baca juga: Batik Chic rambah kota mode di Italia
Salah satu penggunaannya adalah untuk menggambarkan kebiasaan sehari-hari seperti mencuci pakaian, membuang sampah, menggunakan benang gigi, atau tidur lebih awal. Frasa tersebut menjadi cara untuk menerima bahwa kehidupan sehari-hari tidak selalu harus terlihat glamor.
Istilah yang sama juga digunakan untuk menertawakan ketidaksempurnaan. Pengguna dapat menyebut menumpahkan makanan atau minuman ke pakaian, memiliki gigi berwarna biru setelah mengonsumsi blueberry, hingga rambut berantakan sebagai sesuatu yang “kinda chic”.
Dalam konteks perawatan diri, “kinda chic” digunakan untuk menggambarkan pilihan seperti tidak mengonsumsi alkohol di sebuah pesta, meminta makanan dengan lebih sedikit garam, atau menjauh dari orang yang dianggap membawa pengaruh buruk.
Tren tersebut juga digunakan untuk menentang stereotip dan ekspektasi sosial. Makan sendirian di restoran, tetap lajang, memiliki pekerjaan yang dianggap tidak keren, atau menjalani hidup sesuai waktu masing-masing dapat disebut “kinda chic”.
Aktris Drew Barrymore bahkan menggunakan istilah tersebut untuk menyebut bahwa berada di usia 50-an tetap “kinda chic”. Model Ashley Graham juga menggunakan istilah serupa saat membahas selulit yang tidak menghalanginya tampil di panggung Victoria’s Secret.
Namun, tren tersebut juga mendapat kritik. Sebagian pengguna media sosial menilai istilah “kinda chic” sudah terlalu sering digunakan dan dapat terasa tidak tulus. Frasa itu juga dapat menjadi bentuk humblebrag atau tindakan membanggakan diri secara terselubung.
Penggunaan “kinda chic” dapat membantu orang menerima keunikan diri serta menentang standar sosial yang membatasi. Namun, tren tersebut juga berisiko menjadi tren sesaat yang justru dimanfaatkan untuk promosi diri.
Baca juga: Inovasi digital bantu produk "China-chic" masuki kancah internasional
Baca juga: Gaya "Boho Chic" kembali gairahkan dunia fashion
Baca juga: "Fashion chic" hingga "classy" ditampilkan di JMFW 2023 bersama Wardah
Penerjemah: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































