Jakarta (ANTARA) - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyatakan terus melakukan validasi data nelayan dan anak buah kapal (ABK), kapal, alat tangkap, hingga fasilitas perikanan yang terdampak bencana gempa di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Juru Bicara KKP Ayu Rahmawati, dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa, mengatakan proses pendataan (assessment) dan validasi dilakukan untuk mengetahui dampak bencana terhadap masyarakat serta aktivitas usaha perikanan di wilayah terdampak.
“Assessment terus dilakukan, termasuk percepatan validasi data nelayan dan anak buah kapal, kapal, alat tangkap, fasilitas perikanan, korban, pengungsi, hingga nilai kerugian usaha masyarakat,” ujar Ayu.
Selain pendataan, Ayu menuturkan Satgas Tanggap Bencana KKP memprioritaskan pemeriksaan teknis terhadap sejumlah fasilitas perikanan terdampak, termasuk Pelabuhan Perikanan dan Tempat Pelelangan Ikan Alok.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kondisi fasilitas sehingga fasilitas yang dinyatakan aman dapat segera difungsikan kembali untuk mendukung aktivitas masyarakat perikanan.
Baca juga: Kemendikdasmen salurkan Rp305 juta buat guru & murid korban gempa NTT
Ayu mengatakan Satgas Tanggap Bencana KKP masih aktif melakukan assessment, validasi data, dan koordinasi lapangan bersama unit pelaksana teknis (UPT) KKP serta Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas), dan pemerintah daerah.
Di sisi lain, KKP menyatakan terus menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak bencana melalui koordinasi dengan BNPB. Bantuan mencakup kebutuhan pangan, perlengkapan keluarga, kebutuhan bayi dan perempuan, perlengkapan kebersihan, serta sarana pendukung lainnya.
Bantuan natura tahap III yang diserahkan kepada Posko BNPB di Lanud Halim Perdanakusuma pada 22 Agustus 2026 antara lain terdiri atas 650 sarung, 8.100 popok bayi, 9.600 pembalut wanita, 1.440 sikat gigi, 2.880 pasta gigi, 800 sabun mandi, dan 624 sachet detergen.
KKP juga menghimpun donasi untuk membantu masyarakat terdampak. Hingga 22 Agustus 2026 pukul 19.00 WIB, total donasi uang yang terkumpul mencapai Rp920 juta.
Dari jumlah tersebut, Rp104,29 juta telah digunakan untuk belanja paket bantuan sembako melalui Kendari dan Rp48,66 juta untuk belanja paket bantuan melalui posko pusat. Dengan demikian, dana yang masih tersedia mencapai sekitar Rp767,06 juta.
KKP memastikan bantuan dan donasi akan terus dikelola secara transparan dan disalurkan berdasarkan hasil assessment kebutuhan masyarakat terdampak bencana di NTT.
Baca juga: Undip kirim tim dan bantuan untuk korban bencana di NTT
Pewarta: Shofi Ayudiana
Editor: Imam Santoso
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































