Pakar sebut AS akan tekan harga minyak dunia di bawah 60 dolar AS

1 day ago 3

Jakarta (ANTARA) - Pakar energi dari Universitas Padjajaran (Unpad) Yayan Satyakti menyebutkan Amerika Serikat (AS) akan menekan harga minyak dunia hingga di bawah 60 dolar AS per barel pada 2026 melalui pengalihan 30-50 juta barel minyak dari Venezuela.

"Kemungkinan harga minyak dunia akan ditekan di bawah 60-50 dolar AS per barel. AS menargetkan itu pada 2026,” ucap Yayan ketika dihubungi ANTARA dari Jakarta, Rabu.

Harga minyak dunia yang lebih rendah, tutur Yayan, dapat menyebabkan biaya rantai pasok AS menjadi lebih murah dan lebih efisien.

"Dengan adanya tambahan suplai (dari Venezuela) harganya minyaknya akan diturunkan hampir 50 dolar AS per barel," tutur Yayan.

Ia menyampaikan langkah yang diambil oleh AS merupakan bagian dari strategi quick win atau kemenangan instan.

Strategi tersebut juga dikenal dengan strategi Dominasi Energi Amerika (American Energy Dominance).

Salah satu bagian dari strategi tersebut adalah merombak atau membentuk kembali lanskap perdagangan internasional.

"Chevron (perusahaan migas AS) akan masuk ke Venezuela," ujar Yayan.

Presiden AS Donald Trump, dalam pernyataan pada Selasa, menyatakan pihak berwenang sementara di Venezuela telah menyetujui pengalihan antara 30 juta dan 50 juta barel minyak bernilai tinggi yang terkena sanksi ke Amerika Serikat untuk dijual di pasar.

Trump mengatakan minyak itu akan dijual pada harga pasar, dan hasilnya akan dikontrol oleh dirinya sebagai Presiden Amerika Serikat untuk memastikan penggunaan yang bermanfaat bagi rakyat Venezuela dan AS.

Pengumuman itu muncul beberapa hari setelah pasukan AS melakukan serangan udara besar terhadap target di Venezuela dan menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro serta istrinya, Cilia Flores.

Sebelum penangkapan, Presiden Venezuela Nicolas Maduro telah menyatakan Venezuela akan menerima investasi AS kapan saja, seperti investasi dari perusahaan minyak AS Chevron, jika AS membutuhkan minyak Venezuela.

Baca juga: Trump: AS akan terima 30-50 juta barel minyak Venezuela

Baca juga: Wapres AS: Kendali energi global jadi dasar operasi di Venezuela

Baca juga: ESDM: Dampak konflik Venezuela tak signifikan ke harga minyak dunia

Pewarta: Putu Indah Savitri
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |