Pakar: Penguatan industri-investasi pacu pertumbuhan ekonomi 6 persen

1 week ago 20

Jakarta (ANTARA) - Guru Besar Departemen Ilmu Ekonomi Institut Pertanian Bogor (IPB) Prof Sahara menilai penguatan berbagai sektor industri hingga investasi yang berkelanjutan menjadi dua faktor penting untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi hingga enam persen pada akhir 2026.

Sahara, dalam diskusi daring Center of Reform on Economics (CORE) Indonesia di Jakarta, Jumat, mengatakan pertumbuhan ekonomi enam persen harus diintegrasikan dengan kebijakan strategis nasional.

"Hasil perhitungan kami menunjukkan bahwa untuk mencapai pertumbuhan ekonomi enam persen, pemerintah harus mampu mendorong pertumbuhan sektor pertanian 3,8 persen, lalu sektor industri harus mampu didorong 4,6 persen, dan sektor jasa itu harus mampu didorong 7,8 persen," kata Sahara.

Secara historis, ia mengatakan sektor pertanian saat ini masih tumbuh di angka 3,5 persen, sektor industri 4,0 persen, dan sektor pariwisata sebesar 6,3 persen.

"Artinya apa? Itu pekerjaan yang besar bagi pemerintah tentu saja bagaimana mencapai pertumbuhan ekonomi sesuai dengan yang ditargetkan tadi dengan mendorong pertumbuhan sektoral," ujarnya.

Selain pertumbuhan secara sektoral, Sahara juga menyoroti pentingnya investasi yang dibarengi dengan kepastian hukum bagi investor.

"Tetapi poin yang paling penting di sini adalah bagaimana kepastian usaha, sehingga para investor itu ketika ingin beroperasi di Indonesia benar-benar mendapatkan kepastian hukum terkait dengan investasi yang mereka lakukan," kata Sahara.

Menurut dia, investasi memberikan dampak ganda (multiplier effect) yang positif seperti pembukaan lapangan kerja formal bagi masyarakat, penggerak roda perekonomian, dan pendorong produktivitas dan daya saing melalui teknologi dan inovasi.

"Ketika perusahaan ingin melakukan ekspansi usaha, mereka juga memerlukan mesin-mesin dan nanti itu akan menyerap tenaga kerja, sehingga melalui multiplier effect, pertumbuhan itu akan bisa ditingkatkan," ujar Sahara yang juga merupakan Research Associate CORE Indonesia itu.

"Maka, dalam konteks ini kami tentu saja mendorong agar pemerintah bisa meningkatkan pengeluarannya itu untuk research and development proyek-proyek multi-years, yang bisa menghasilkan inovasi dan teknologi untuk meningkatkan pertumbuhan sektoral yang tadi diperlukan," imbuhnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto, dalam Pidato Kenegaraan 2026 saat Sidang Tahunan MPR Tahun 2026, mengaku optimistis pertumbuhan ekonomi hingga akhir tahun bisa mencapai angka enam persen jika dijalankan dengan kebijakan yang tepat dan rasional.

Pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun 2026 sendiri tercatat tumbuh 5,61 persen, dan pada semester pertama tahun 2026 tumbuh 5,45 persen.

Baca juga: Pengamat: Reinvestasi keuntungan BUMN dorong pertumbuhan ekonomi

Baca juga: Ekonom nilai komposisi pertumbuhan Indonesia makin didorong investasi

Baca juga: Prabowo: Pertumbuhan ekonomi-investasi bukan tujuan akhir pembangunan

Pewarta: Arnidhya Nur Zhafira
Editor: Kelik Dewanto
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |