OVO ajak pengguna lebih waspada saat gunakan pembayaran digital

4 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - OVO mengajak masyarakat meningkatkan kewaspadaan sebagai pengguna transaksi digital dalam aktivitas sehari-hari dari upaya modus penipuan dalam ekosistem pembayaran digital.

Head of Strategy, Integrated Marketing Communication, Transport, OVO & Bank Asep Haekal mengatakan keamanan transaksi digital dapat dimulai dari kebiasaan sederhana seperti menjaga kerahasiaan PIN dan OTP, mewaspadai tautan atau permintaan transaksi yang mencurigakan, serta memastikan setiap informasi dan bantuan diperoleh melalui kanal resmi

“Prinsipnya sederhana, OVO tidak pernah meminta PIN, OTP, maupun transfer dana dari pengguna. Jika ada pihak yang memintanya atas nama OVO, dapat dipastikan itu merupakan penipuan. Karena itu, selain terus memperkuat sistem keamanan, OVO juga secara konsisten mendorong edukasi agar pengguna semakin mampu mengenali dan menghindari berbagai modus penipuan digital,” kata Asep dalam keterangan yang diterima di Jakarta, Senin.

Seiring penggunaannya yang semakin luas, modus penipuan juga terus berkembang dan kerap memanfaatkan kelengahan pengguna melalui berbagai kanal komunikasi.

Data Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) yang dibentuk Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat lebih dari 636 ribu laporan penipuan sejak November 2024 hingga akhir Juli 2026, dengan lebih dari 600 ribu rekening terkait penipuan telah diblokir.

Di sisi lain, kebiasaan sederhana pengguna, seperti menjaga kerahasiaan informasi akun dan memastikan setiap komunikasi berasal dari kanal resmi, juga berperan penting.

Asep mengatakan lima hal bisa dipastikan tidak pernah diminta OVO dari pengguna, diantaranya tidak pernah meminta pengguna untuk menyebutkan, mengirimkan, atau membagikan PIN sebagai bagian dari proses pelayanan maupun penyelesaian kendala.

Kedua, OVO mengimbau pengguna tidak boleh membagikan kode OTP kepada siapa pun, termasuk pihak yang mengaku sebagai perwakilan maupun customer service OVO. Menjaga kerahasiaan OTP penting dilakukan untuk mencegah akses maupun jenis transaksi apa pun yang tidak sah pada akun pengguna.

Ketiga, pihak OVO juga tidak pernah meminta proses verifikasi, aktivasi maupun pencairan hadiah yang mengharuskan pengguna mengirim uang terlebih dahulu. Selain itu pengguna juga disarankan hanya mengunduh aplikasi OVO melalui platform resmi dan menghindari tautan mencurigakan yang dikirim melalui WhatsApp, SMS, media sosial, maupun kanal komunikasi lainnya.

Terakhir, OVO juga mengimbau pengguna memastikan bahwa informasi dan bantuan terkait akun maupun transaksi diperoleh melalui kanal resmi OVO.

Pada akhirnya, ekosistem digital yang aman dibangun bersama melalui teknologi yang terus diperkuat oleh penyedia layanan serta pengguna yang semakin waspada dan bijak dalam setiap aktivitas digital.

Kolaborasi antara teknologi yang semakin kuat dan pengguna yang semakin cermat menjadi fondasi penting dalam menciptakan pengalaman bertransaksi digital yang aman dan terpercaya.

Pewarta: Fitra Ashari
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |