MJI gelar touring sembari telusuri sejarah di Jawa dan Bali

9 hours ago 2

Jakarta (ANTARA) - Mercedes Jip Indonesia (MJI), kembali menggelar kegiatan tuoring bertemakan Royal Heritage Touring 2026 yang menghubungkan perjalanan dengan sejarah, budaya, alam, dan kehidupan masyarakat di setiap daerah yang dilalui.

Dalam perjalanan selama 10 hari ini, sekitar 150 kendaraan Mercedes Jip dan 150 peserta berhasil menyusuri jejak sejarah yang ada di dua pulau berbeda, yakni Jawa dan juga Pulau Bali.

“Royal Heritage mengingatkan bahwa turing bukan sekadar menghitung jarak atau mengejar jumlah destinasi, namun lebih daripada itu, yakni tentang orang-orang yang berjalan bersama, pengalaman yang dibagikan, tantangan yang dilalui, serta kenangan yang tercipta sepanjang perjalanan,” kata Ketua Turing Ngurah Firnanda dalam keterangan resminya, Senin.

Baca juga: Turing MJI sejauh 959 km, diisi dengan beragam kegiatan bakti sosial

Perjalanan ini, menjadi cara MJI mempertemukan aktivitas otomotif dengan narasi sejarah Nusantara.

Sejumlah lokasi yang dipilih memiliki keterkaitan dengan perjalanan panjang peradaban di Indonesia, mulai dari pusat kerajaan hingga kawasan pesisir.

Di Jawa, rombongan mengunjungi Keraton Cirebon, Keraton Yogyakarta, Keraton Mangkunegaran Surakarta, hingga Trowulan, Mojokerto. Trowulan menjadi salah satu titik penting karena kawasan tersebut dikenal memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kerajaan Majapahit.

Baca juga: Jelajah Bali naik Honda WR-V

Perjalanan kemudian berlanjut ke Bondowoso. Selain menikmati jalur light off-road di sekitar Kawah Wurung, peserta melakukan kegiatan bakti sosial di kawasan Taman Galuh.

Aktivitas tersebut menjadi bagian dari upaya MJI, menghadirkan manfaat bagi masyarakat di daerah yang dilewati.

Memasuki Banyuwangi, rombongan mengunjungi De Djawatan di Benculuk yang dikenal dengan jajaran pohon trembesi berukuran besar.

Dari kawasan hutan tersebut, perjalanan dilanjutkan menuju Pelabuhan Muncar untuk melihat kehidupan masyarakat pesisir yang menggantungkan aktivitas ekonominya pada laut.

Baca juga: Kiat mengoptimalkan kemampuan jelajah mobil listrik

Tantangan berbeda kemudian hadir melalui jalur cross country di wilayah selatan Banyuwangi. 

Aspal berganti dengan medan berbatu, tanjakan dan turunan yang menguji kemampuan kendaraan sekaligus kekompakan peserta.  

Setelah menyeberang ke Bali, perjalanan berlanjut menuju kawasan Black Lava Gunung Batur, Ubud, dan Klungkung.  

Di Klungkung, peserta menelusuri Kerta Gosa yang berkaitan dengan sejarah Kerajaan Klungkung dan peristiwa Puputan Klungkung 1908. 

Baca juga: Honda gelar tur keliling Jakarta Pusat naik mobil listrik

Setelah puas menyusuri berbagai daerah dan juga jejak sejarah yang dilalui, rombongan menutup rangkaian perjalanan itu melalui Malam Katana di Kuta setelah sembilan hari perjalanan.

Perjalan tersebut mendapatkan dukungan dari berbagai pihak seperti BNI46, Pertamina, Pertamina Patra Niaga dan we.the.fork.

Selain itu ada juga Beras New Sumo, Beras Putri Koko, Indonesia Power, Appipa Indonesia, Titis.sampurna, Seventofivecafe, MFS Lawfirm, Indonesia Power, Bintang Tribhuana Jaya, Inkalum, Herbamojo, Prececion Pipe Indonesia dan Dream Wheel Project. 

Baca juga: Pajero Indonesia One tuntaskan "Tour de Ranah Minang 2020"

Pewarta:
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |