Samarinda (ANTARA) - Semilir angin Kemerdekaan ke-81 RI berembus dari Kutai Timur. Di pesisir yang terus berkembang ini, cahaya baru mulai menyinari perjalanan bangsa.
Layar digital tak lagi didominasi warga kota besar. Kini, siapapun, tua, muda, laki-laki, dan perempuan memegang harapan baru tepat di ujung jari mereka.
Pada HUT ke-81 ini, kemerdekaan bukan lagi sebatas bebas dari penjajahan. Ini adalah merdeka dari keterbatasan akses, merdeka dari ketertinggalan informasi, dan merdeka menentukan masa depan melalui teknologi.
Berdasarkan Indeks Masyarakat Digital Indonesia (IMDI) 2025 yang dirilis Badan Pengembangan SDM Komunikasi dan Digital (BPSDM Komdigi), Kabupaten Kutai Timur (Kutim) berhasil mengukir prestasi di peta digital nasional.
Dengan skor 55,16, Kutim masuk dalam kategori tinggi (high) dan meraih posisi kedua tertinggi di Provinsi Kalimantan Timur, berada tepat di bawah Kota Bontang yang mencatatkan skor 56,84.
Capaian ini membawa makna besar. Secara keseluruhan, Provinsi Kalimantan Timur mencatatkan nilai IMDI sebesar 47,17, unggul atas rata-rata nasional di angka 44,53. Angka ini menandakan bahwa transformasi digital di tanah Benua Etam tumbuh lebih cepat dan merata.
IMDI bukan sekadar deretan angka, melainkan tolak ukur dari Kementerian Komunikasi dan Digital untuk menilai sejauh mana masyarakat mampu memahami, mengakses, dan memanfaatkan teknologi digital dalam kehidupan sehari-hari. Pengukurannya menjangkau hingga pelosok desa sebagai kompas pembangunan agar tak ada satu pun warga yang tertinggal.
"Empat pilar utama menjadi fondasi IMDI," ujar Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, Statistik dan Persandian (Diskominfo Staper) Kutim, Rony Bonar H. Siburian.
Baca juga: Kadiskominfo sebut IKN berdampak pada transformasi digital Kaltim
Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































