Mercedes-Benz bakal gunakan teknologi yang dimiliki Geely

1 week ago 6

Jakarta (ANTARA) - Produsen otomotif China, semakin menunjukkan taringnya di industri kendaraan listrik. Yang terbaru, jenama asal China, Geely dipercaya untuk memasok teknologi yang nantinya akan digunakan oleh kendaraan-kendaraan Mercedes-Benz.

Arena EV pada Jumat melaporkan bahwa jenama asal Jerman itu memiliki rencana untuk membangun platform baru bagi mobil listrik berukuran kecilnya, yang saat ini hanya dikenal dengan nama kode "Phoenix."

Untuk mewujudkan itu semua, Mercedes-Benz melakukan kerja sama dengan Geely untuk kebutuhan arsitektur elektronik dan listrik yang dimiliki oleh Geely yang dikenal sebagai GEEA 4.0.

Teknologi ini dianggap sebagai "otak" mobil, yang dapat mengendalikan segala sesuatu mulai dari baterai hingga layar di dasbor.

Baca juga: Geely kirim 1.000 unit EV rakitan lokal kepada konsumen Indonesia

Kerja sama yang dilakukan oleh Mercedes-Benz dengan Geely ini, diungkapkan oleh mereka untuk mencapai penghematan biaya produksi. Menurut mereka, membangun mobil listrik itu mahal, dan Geely telah menemukan cara untuk menjaga biaya tetap rendah.

Sebelum mereka mempercayai teknologi yang dimiliki oleh Geely, eksekutif dari Mercedes-Benz telah mengunjungi pusat penelitian Geely dan membongkar mobil mereka untuk melihat bagaimana mobil tersebut dibuat.

Mereka menemukan bahwa metode Geely dapat membantu Mercedes menghasilkan keuntungan yang lebih baik sambil tetap menawarkan kualitas tinggi yang diharapkan orang dari merek tersebut.

Kolaborasi ini juga menjadi sejarah bagi perusahaan Jerman itu, karena, untuk pertama kalinya Mercedes-Benz mengizinkan tim teknik di luar Jerman untuk memimpin proyek global.

Baca juga: Chery QQ3 EV siap bersaing dengan Geely EX2

Pusat Litbang Mercedes-Benz China di Beijing, kini akan menjadi kantor pusat global untuk pengembangan kendaraan kompak.

Tim ini memiliki sekitar 2.000 pekerja yang akan mengawasi desain dan pengembangan model-model baru. Ini adalah tanggung jawab besar bagi tim di China, tetapi ini menunjukkan betapa besar kepercayaan Mercedes terhadap para ahli lokal di sana.

Platform yang nantinya digunakan oleh Phoenix akan menjadi dasar bagi beberapa model populer Mercedes-Benz seperti A-Class, B-Class, dan CLA generasi berikutnya.

Perusahaan memperkirakan mobil-mobil ini akan mulai diproduksi massal pada tahun 2030. Kendaraan-kendaraan ini akan dijual di seluruh dunia dan bukan hanya di pasar China.

Baca juga: Mercedes-Benz perkenalkan SUV edisi terbatas GLC200 Avantgarde Edition

Baca juga: Mercedes seharga Rp168 miliar yang tak bisa diparkir di garasi rumah

Baca juga: Mercedes-Benz tarik kembali EQB akibat masalah pada baterai

Pewarta:
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |