Jakarta (ANTARA) - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo menilai, pelaksanaan arus mudik dan arus balik Lebaran 2026 secara umum berjalan relatif lebih lancar dibandingkan tahun sebelumnya, dengan tetap dilakukan pemantauan dan evaluasi berkelanjutan hingga periode arus balik berakhir.
“Lebaran tahun ini menurut saya lebih baik dari tahun lalu, tapi kita masih tetap terus memantau hingga arus balik selesai. Mudah-mudahan tetap lancar seperti arus mudik kemarin,” kata Dody di Jakarta, Rabu.
Dia menyampaikan bahwa kelancaran arus mudik dan balik tidak terlepas dari sinergi berbagai pihak, termasuk kesiapan infrastruktur, pengaturan lalu lintas, serta dukungan kebijakan pemerintah seperti Work From Anywhere (WFA) yang membantu mendistribusikan waktu perjalanan masyarakat.
“Kami tetap siaga memantau. Mudah-mudahan cuaca mendukung dan masyarakat yang mudik berkenan mengikuti imbauan pemerintah agar tidak kembali ke Jakarta secara bersamaan, sehingga kendaraan di jalan tol maupun non tol tidak terlalu padat,” katanya.
Baca juga: Rekayasa lalu lintas one way di ruas Tol Cipali dihentikan
Sebagai informasi, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan kebijakan kerja fleksibel work from anywhere (WFA) efektif menekan kepadatan arus kendaraan saat mudik-balik Lebaran 2026.
Dudy menyampaikan, kebijakan tersebut mampu menurunkan proyeksi jumlah kendaraan yang kembali pada puncak arus balik.
“Kalau kita melihat arus balik, itu kan semula kita memprediksi 285 ribu menjadi 250 ribu, kemudian di arus penyeberangan juga ada penurunan, jadi saya melihat ada efektivitas," kata Dudy.
Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan angkutan umum selama periode Lebaran dari H-8 hingga H+3 meningkat sebesar 4,07 persen, dengan jumlah keberangkatan penumpang naik 11,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Baca juga: Masyarakat nilai arus mudik-balik Lebaran 2026 nyaman dan lancar
Selain itu, pemerintah juga mencatat puncak arus balik yang terjadi pada Selasa (24/3) mencapai 256.338 kendaraan dalam satu hari, lebih tinggi dari periode Lebaran tahun lalu sebesar 223.163 kendaraan.
Tak hanya WFA ia juga menilai kebijakan diskon tarif tol dapat berpotensi memberikan dampak terhadap distribusi arus kendaraan sehingga tidak terpusat pada waktu tertentu.
Dengan demikian, lanjut dia, pemerintah mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan kebijakan tersebut guna menghindari kepadatan pada puncak arus balik yang diperkirakan terjadi pada 28–29 Maret 2026.
Dudy memastikan bahwa pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap penyelenggaraan angkutan Lebaran guna meningkatkan kualitas pelayanan pada periode mendatang.
Baca juga: Pemudik mulai berdatangan di Terminal Tanjung Priok
Lebih lanjut, ia mengimbau masyarakat untuk mengatur waktu perjalanan arus balik agar tidak menumpuk pada hari-hari terakhir masa libur Lebaran.
Ia menegaskan, pemerintah tidak berpuas diri meskipun pelaksanaan arus mudik dan balik tahun ini relatif berjalan baik.
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Abdul Hakim Muhiddin
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































