Medan (ANTARA) - Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menyerahkan 120 hunian tetap (huntap) tahap pertama kepada penyintas bencana alam di Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara.
"Sebanyak 120 unit sudah siap huni," ujar Maruarar di Kabupaten Tapanuli Selatan, Jumat.
Maruarar yang menyerahkan bersama Satuan Tugas (Satgas) Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera itu menyebut Tapanuli Selatan menjadi salah satu daerah dampak bencana yang cepat membangun hunian tetap.
Ia mengatakan peletakan batu pertama pembangunan hunian tetap tersebut dilakukan pada 20 Desember 2025 yang dilakukan bersama dengan Kabupaten Tapanuli Utara dan Kabupaten Tapanuli Tengah, dan Kota Sibolga.
"Fakta Bahwa kita sama-sama melakukan peletakan batu pertama di empat titik, tapi Tapanuli Selatan menjadi kabupaten yang pertama se Indonesia yang sudah selesai membangun hunian dengan cepat sesuai waktunya," kata dia.
Baca juga: Pemkab Aceh Barat usul Rp26 M tangani kerusakan akses ke KAT Sikundo
Maruarar menyebut sedikitnya 227 unit hunian tetap yang akan dibangun Kabupaten Tapanuli Selatan atau tepat daerah aliran sungai Batangtoru.
"Saya harus memberikan apresiasi kepada Bupati Tapsel Gus Irawan karena yang paling cepat dan paling masif pengerjaan hunian tetap," sebut dia.
Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menjelaskan percepatan pembangunan hunian tetap ditentukan oleh tiga tahapan utama.
Tahap awal, kata dia, bergantung pada kemampuan pemerintah daerah (Pemda) dalam menyusun serta menyerahkan data korban secara rinci berbasis nama dan alamat (by name by address) beserta tingkat kerusakannya.
Baca juga: Empat bulan bencana Sumatera: Darurat teratasi, rekonstruksi dimulai
Data tersebut kemudian diverifikasi di lapangan oleh Badan Pusat Statistik (BPS), sebelum dilanjutkan ke tahap pembangunan yang melibatkan kolaborasi berbagai pihak, seperti Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), serta pihak nonpemerintah, termasuk Yayasan Buddha Tzu Chi.
Tito mengapresiasi langkah Bupati Tapsel Gus Irawan yang dinilai sigap dalam menyampaikan data kerusakan secara lengkap dan cepat, mulai dari kategori ringan, sedang, hingga berat.
Kelengkapan dan kecepatan data ini turut mempercepat pencairan bantuan finansial berupa dana tunggu hunian (DTH) yang diberikan sekaligus untuk tiga bulan sebesar Rp1,8 juta bagi masyarakat selama masa pengungsian.
Selain itu, warga terdampak juga menerima berbagai bantuan lainnya, seperti bantuan jaminan hidup (Jadup) dari Kementerian Sosial sebesar Rp15.000 per orang per hari, bantuan perabotan rumah tangga sebesar Rp3 juta, hingga dukungan stimulan ekonomi sebesar Rp5 juta.
Baca juga: Perjuangan ayah memberi tempat berteduh di tengah musibah banjir
Baca juga: Ratapan di atas pusara tanpa nama
Pewarta: Anggi Luthfi Panggabean dan Khairul Arief
Editor: Bernadus Tokan
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































