Semarang (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq meninjau Terminal Mangkang, Kota Semarang, Jawa Tengah, Minggu, untuk mengecek fasilitas pengelolaan sampah dalam menyambut arus mudik dan balik Lebaran 2026.
Tinjauan tersebut merupakan pelaksanaan program Mudik Minim Sampah menjelang Lebaran 2026 yang bertujuan memastikan lingkungan terminal tetap bersih dan pelayanan terhadap pemudik berjalan dengan baik.
Ia menyoroti pengelolaan sampah di terminal yang meski volumenya relatif kecil, tetap memerlukan koordinasi dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat agar penanganannya lebih optimal.
"Volume sampah di terminal ini tidak terlalu besar, namun tetap penting untuk dibina agar pengelolaannya lebih rapi. Pelayanan terbaik bagi penumpang dan pemudik harus menjadi prioritas," katanya.
Menurut dia, pemerintah memang ingin memberikan pelayanan yang terbaik bagi penumpang atau pemudik yang memanfaatkan simpul transportasi, seperti terminal maupun rest area.
"Sehingga dari sisi kebersihan ini salah satunya menjadi 'concern' dari Kementerian Lingkungan Hidup," katanya.
Sejauh ini, kata dia, upaya penanganan sampah di Terminal Mangkang sudah baik, tetapi ke depannya perlu untuk terus ditingkatkan.
"Kalau yang kecil seperti ini paling tidak bersih lingkungan saja dulu dan ini di bawah pembinaan DLH Kota Semarang. Jadi, kami tidak memaksakan untuk diberikan fasilitas yang memadai karena memang hanya cukup untuk pilah. Itu sudah cukup karena memang volumenya kecil," katanya.
Selain di Terminal Mangkang, Menteri LH juga melakukan tinjauan fasilitas dan sarana kebersihan di sejumlah rest area tol memasuki arus mudik Lebaran 2026.
Sementara itu, Kepala Terminal Tipe A Mangkang Reno Adi Pribadi menjelaskan sistem pengelolaan sampah di terminal telah berjalan dengan baik.
Di dalam gedung, sampah dipilah berdasarkan jenisnya, yakni organik, nonorganik, hingga limbah obat-obatan.
Setelah dipilah, sampah dikumpulkan di penampungan sementara di bagian belakang terminal sebelum diangkut petugas kebersihan.
"Volume sampah di terminal ini tidak banyak. Dalam dua sampai tiga hari hanya sekitar setengah ton. Terminal ini lebih banyak sebagai lintasan, sehingga pengunjungnya tidak penuh terus," katanya.
Baca juga: Menteri LH dorong "rest area" dukung program mudik minim sampah
Baca juga: Menteri LH panggil pengelola rest area yang tak perbaiki kelola sampah
Baca juga: Arus lalu lintas Tol Cipali meningkat didominasi kendaraan minibus
Baca juga: ASDP catat jumlah pemudik di Pelabuhan Bakauheni meningkat 4,9 persen
Pewarta: Zuhdiar Laeis
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































