Menteri LH: Tidak ada toleransi bagi pelaku pembakar lahan

4 hours ago 1

Banjarbaru (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH), Mohammad Jumhur Hidayat menegaskan tidak ada toleransi apapun bagi pelaku pembakaran lahan, karena praktik tersebut menjadi penyebab utama kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak terhadap masyarakat.

“Ini tidak bisa lagi kita toleransi dalam keadaan seperti sekarang,” kata Jumhur saat meninjau penanganan karhutla di Jalan Kurnia, Landasan Ulin Barat, Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin.

Baca juga: Presiden minta dalami dugaan ikatan pembakar lahan dengan korporasi

Jumhur menilai banyak kejadian karhutla disebabkan ulah manusia yang ingin mengambil cara mudah dalam mengelola lahan, salah satunya dengan membakar ladang, kemudian ditanami kembali, karena cara tersebut dianggap lebih murah.

“Praktik pembakaran lahan dengan alasan kemudahan dan biaya murah tidak dapat ditoleransi dalam kondisi karhutla saat ini. Oleh karena itu, pemerintah memastikan penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan tetap berjalan,” katanya.

Jumhur mengungkapkan aparat kepolisian telah menetapkan sekitar 72 orang sebagai tersangka terkait karhutla di sembilan Kepolisian Daerah (Polda) di seluruh Indonesia, sebagai bagian dari penegakan hukum terhadap pelaku pembakaran lahan.

Selain itu, kata dia, pemerintah juga memastikan masyarakat tidak terdampak secara serius akibat asap karhutla, karena Kementerian Kesehatan, Dinas Kesehatan, puskesmas, dan pihak terkait bergotong royong memastikan penyakit yang timbul akibat asap dapat dikurangi secara serius dan signifikan.

Baca juga: Presiden Prabowo tegaskan akan tindak korporasi penyebab karhutla

Baca juga: Menteri LH minta APH di Sumsel tindak tegas pelaku pembakar lahan

“Penanganan karhutla dilakukan melalui kerja keras dan ikhtiar bersama seluruh pihak, termasuk doa masyarakat. Berbagai pihak juga berikhtiar dengan berdoa meminta hujan kepada Tuhan Yang Maha Kuasa sebagai bagian dari upaya menghadapi kondisi karhutla,” katanya.

Jumhur menyebut sebagai bagian dari ikhtiar, Pemerintah Kota Banjarbaru juga telah melaksanakan shalat berjamaah meminta hujan, hal tersebut merupakan bagian dari upaya masyarakat dalam menghadapi kondisi kebakaran hutan dan lahan serta kekeringan saat ini.

Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor: Endang Sukarelawati
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |