Jakarta (ANTARA) - Menteri Lingkungan Hidup (LH) Hanif Faisol Nurofiq meminta kepada seluruh pemangku kepentingan untuk melakukan pemilahan mengurangi sampah organik berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA) termasuk TPA Suwung di Bali.
Menteri LH/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) Hanif dalam pernyataan dikonfirmasi dari Jakarta, Kamis, menyoroti pentingnya pemilahan dalam upaya pengelolaan sampah.
"Dengan mendorong juga pilah sampahnya. Seumpama swakelola tidak mau mengangkut sampah, bilamana tidak terpilah jadi saling sinergi bukan saling menyalahkan," kata Hanif.
Disampaikan dalam peninjauan ke Kabupaten Badung, Bali, pada hari ini, Hanif menyinggung kondisi TPA Suwung sudah berada dalam kondisi tercemar berat dan karena penutupannya tanpa perencanaan lebih lanjut akan menimbulkan gejolak sosial maka sampai saat ini lokasi tersebut masih menerima sampah organik dan anorganik.
Baca juga: Menteri LH: Mulai April sampah organik tak boleh masuk TPA Suwung
Namun, dia mengingatkan bahwa TPA Suwung hanya akan menerima sampah organik hanya sampai akhir Maret 2026. Mulai April, Kementerian Lingkungan Hidup berencana melakukan pengawasan agar tidak ada lagi sampah organik yang masuk ke TPA tersebut.
Sebelumnya, Kementerian Lingkungan Hidup menargetkan agar TPA Suwung dapat menutup dan menghentikan praktik pembuangan sampah terbuka (open dumping) pada Maret 2026.
Secara khusus untuk Kabupaten Badung, dia mengatakan akan memberikan bantuan penghancur kayu untuk menyelesaikan sampah kayu serta insinerator yang akan mengolah potongan kayu.
"Kami dengan Pak Gubernur (Bali) akan memberikan pertimbangan teknis pengoperasian sementara menunggu penyelesaian persetujuan lingkungan yang digunakan," demikian Hanif Faisol Nurofiq.
Baca juga: KLH bantu alat penghancur sampah kayu kiriman di pantai-pantai Badung
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































