Mentan: Pembangunan 100 gudang Bulog usia simpan beras hingga 2 tahun

1 week ago 18

Jakarta (ANTARA) - Menteri Pertanian sekaligus Kepala Badan Pangan Nasional Andi Amran Sulaiman mengatakan pemerintah tengah membangun 100 gudang baru Bulog dengan usia simpan minimal dua tahun untuk memperkuat sistem penyimpanan cadangan pangan pemerintah termasuk beras.

Dalam Rapat Kerja Komisi IV DPR RI di Jakarta, Rabu, Amran melaporkan pembangunan 100 gudang tersebut telah memperoleh persetujuan pemerintah dengan nilai anggaran mencapai sekitar Rp5 triliun sebagai bagian dari penguatan infrastruktur logistik pangan nasional.

"Memang ada bangun gudang (baru untuk Parum Bulog). Ini ada bangun gudang 100 titik, nilainya Rp5 triliun, sudah disetujui," kata Amran.

Ia menjelaskan gudang modern yang sedang dibangun itu dirancang mampu menjaga kualitas beras dengan usia simpan minimal dua tahun melalui sistem penyimpanan yang lebih baik.

Bahkan, lanjut Amran, teknologi dan fasilitas yang diterapkan memungkinkan beras dapat disimpan hingga tiga tahun tanpa mengurangi kualitas secara signifikan dibandingkan metode penyimpanan konvensional saat ini.

Baca juga: Mentan sebut peneliti BRIN perkuat BRMP dukung swasembada pangan

"Sedang dibangun dan ini gudangnya (usia simpan stok cadangan pangan pemerintah) bisa bertahan dua tahun minimal, bisa tiga tahun berasnya," beber Amran.

Dia menegaskan kehadiran gudang modern tersebut akan meningkatkan keamanan stok pangan nasional sekaligus mendukung stabilitas pasokan dan harga beras di berbagai wilayah Indonesia. Yang mana stok cadangan beras pemerintah mencapai 3,5 juta ton hingga awal Juni 2026.

"Jadi penyimpanannya jauh lebih bagus dari pada sekarang. Ini cukup modern," katanya.

Amran memaparkan hal itu di tengah perhatian Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi atau akrab disapa Titiek Soeharto yang menyebutkan telah menerima laporan soal adanya sejumlah stok cadangan beras pemerintah di gudang Bulog yang mengalami penurunan mutu.

Atas hal itu, Titiek meminta cadangan beras pemerintah (CBP) yang telah disimpan lebih dari satu tahun dialihkan menjadi pakan guna menjaga kualitas stok pangan sebagai instrumen stabilisasi pasokan dan harga.

Sebelumnya, Direktur Utama Perum Bulog Agmad Rizal Ramdhani menyatakan pembangunan 100 gudang baru akan memperkuat ketahanan pangan nasional melalui peningkatan kapasitas penyimpanan pascapanen.

Rizal memastikan pihaknya siap menjalankan amanat pemerintah dengan pendekatan yang terukur, profesional, dan akuntabel.

Baca juga: Mentan pastikan kualitas stok beras baik dan layak salur

"Penugasan ini merupakan langkah strategis dalam memperkuat sistem logistik dan ketahanan pangan nasional," kata Rizal di Jakarta, Kamis (2/4).

Bulog juga memastikan seluruh tahapan dipersiapkan secara matang agar pembangunan infrastruktur tersebut benar-benar tepat lokasi, tepat fungsi, dan tepat manfaat bagi masyarakat.

Adapun program pembangunan itu direncanakan tersebar di 92 kabupaten dengan total anggaran sekitar Rp5 triliun, yang terdiri atas sekitar Rp4,4 triliun untuk pembangunan infrastruktur utama dan sekitar Rp560 miliar untuk mekanisasi, otomatisasi, serta sistem teknologi informasi.

Pembangunan infrastruktur pascapanen itu meliputi 94 unit gudang penyimpanan; enam unit silo gabah; delapan unit silo jagung; 17 unit dryer beras; 17 unit Rice Milling Unit (RMU); delapan unit dryer jagung; dan sembilan unit sentra pengolahan dan fasilitas packaging beras.

Setiap lokasi pembangunan akan melalui uji kelayakan teknis seperti soil test, analisis kemiringan lahan, serta kajian akses jalan guna mendukung mobilisasi angkutan logistik.

Pembangunan fisik dilaksanakan BUMN karya sesuai ketentuan Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 14 Tahun 2026 terkait pembangunan 100 titik infrastruktur pascapanen di seluruh Indonesia.

Infrastruktur itu akan diprioritaskan di sentra produksi pangan seperti Lampung, Jawa, dan Sulawesi Selatan dengan fasilitas lengkap berupa dryer, RMU, silo, hingga sistem mekanisasi dan otomatisasi modern.

Sementara itu, di wilayah kepulauan seperti Natuna, Rote, dan Tidore, pembangunan difokuskan pada gudang penyimpanan guna menjaga stabilitas pasokan pangan, khususnya saat kondisi cuaca ekstrem.

Baca juga: Mentan sebut peneliti BRIN perkuat BRMP dukung swasembada pangan

Baca juga: Titiek minta stok beras usia simpan di atas satu tahun dijadikan pakan

Baca juga: Titiek minta bawang putih capai swasembada secepatnya tanpa impor

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Mahmudah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |