Mentan: Ada negara minta impor pupuk urea RI saat Hormuz ditutup

7 hours ago 1

Makassar, Sulawesi Selatan (ANTARA) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan tiga negara mengajukan permintaan impor pupuk urea dari Indonesia di tengah penutupan Selat Hormuz, menandakan kuatnya posisi Indonesia sebagai produsen global strategis.

"Kita akan ekspor (pupuk) urea karena kita produsen urea, beberapa negara sudah meminta. Ada tiga negara meminta," kata Mentan ditemui di sela meninjau Gudang Bulog Panaikang yang didampingi Wakil Direktur Utama (Wadirut) Perum Bulog Marga Taufiq di Makassar, Minggu.

Namun demikian, Mentan belum mengungkapkan negara-negara tersebut karena proses negosiasi masih berlangsung, dengan harapan kesepakatan yang dicapai nantinya dapat memberikan nilai tambah dan keuntungan optimal bagi Indonesia.

"Ya nanti, kan ini masih nego (negosiasi), supaya harga kita agak lebih bagus," ujar Amran.

Baca juga: BP BUMN-Pupuk Indonesia dorong efisiensi dan ketahanan pangan nasional

Lebih lanjut Amran mengatakan pemerintah juga telah mengamankan pupuk sejak awal tahun melalui pembelian bahan baku sehingga ketersediaan pupuk nasional tetap terjaga hingga saat ini.

Menurut Mentan, langkah strategis tersebut merupakan bagian dari kebijakan visioner Presiden Prabowo Subianto yang memiliki insting kuat dalam menjaga ketahanan sektor pertanian, termasuk memastikan ketersediaan sarana produksi di tengah dinamika global.

Ia juga menegaskan ketegangan politik di kawasan Timur Tengah tidak berdampak signifikan terhadap harga pangan di Indonesia karena ketersediaan beras nasional saat ini dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Stok tersebut mencapai 4,5 juta ton, aman hingga 11 bulan ke depan.

Sebelumnya, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero) Rahmad Pribadi menyatakan ekspor pupuk urea tetap dilakukan sepanjang kebutuhan domestik terpenuhi, dengan prioritas utama menjaga ketersediaan dan stabilitas pasokan bagi sektor pertanian nasional.

Pewarta: Muhammad Harianto
Editor: Zaenal Abidin
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |