Menlu: Tiga prajurit TNI kembali terluka di Lebanon

8 hours ago 1

Jakarta (ANTARA) - Menteri Luar Negeri Sugiono menerima laporan terkini mengenai adanya tiga prajurit TNI yang bertugas sebagai tentara penjaga perdamaian kembali terluka dalam insiden terbaru di wilayah konflik Lebanon.

"Tadi malam juga saya menerima laporan bahwa ada tiga prajurit TNI yang terluka, yang juga penyebabnya seperti halnya dari dua insiden yang sebelumnya terjadi," kata Menlu Sugiono di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Sabtu.

Tambahan korban luka ini menambah daftar personel TNI yang terdampak akibat memanasnya situasi keamanan di Lebanon, setelah sebelumnya tiga prajurit telah gugur saat bertugas di bawah mandat Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Menurut Sugiono, saat ini pihak berwenang dari PBB sedang menelusuri secara mendalam terkait kejadian tersebut.

"Itu masih diinvestigasi oleh UNIFIL," kata Sugiono mengenai status pemeriksaan terhadap insiden yang baru saja dilaporkan tersebut.

Sebelumnya, sebanyak tiga prajurit TNI yang tergabung dalam misi perdamaian PBB (UNIFIL) di Lebanon gugur akibat eskalasi konflik yang terjadi di Timur Tengah.

Selain menelan tiga korban jiwa, insiden yang terjadi dalam dua kejadian terpisah pada 29 dan 30 Maret 2026 akibat serangan senjata atau ledakan di wilayah operasi tersebut juga menyebabkan lima prajurit lainnya luka-luka.

Dengan laporan terbaru dari Menlu Sugiono, prajurit TNI yang terdampak serangan dalam konflik Timur Tengah telah menelan tiga korban jiwa dan delapan lainnya luka ringan hingga luka berat.

Tiga prajurit TNI yang gugur tersebut yakni Mayor Inf. Anumerta Zulmi Aditya Iskandar, Serka Anumerta Muhammad Nur Ichwan, dan Kopda Anumerta Farizal Rhomadhon.

Baca juga: Pemerintah berdukacita pada tiga kusuma bangsa gugur di Lebanon

Baca juga: Pakai baret pasukan perdamaian, SBY bertakziah ke prajurit yang gugur

Pewarta: Aditya Ramadhan, Genta Tenri Mawangi
Editor: Imam Budilaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |