Menkum ajak masyarakat awasi birokrasi pemerintahan

9 hours ago 3
Bapak Presiden menginginkan birokrasi yang transparan dan akuntabel

Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum Supratman Andi Agtas mengajak masyarakat membantu Presiden Prabowo Subianto mengawasi birokrasi guna mewujudkan pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan terbuka.

“Bapak Presiden menginginkan birokrasi yang transparan dan akuntabel,” kata Supratman dalam Diskusi Kebangsaan Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) di Jakarta, Minggu (23/8), sebagaimana dikonfirmasi di Jakarta, Rabu.

Karena itu, Supratman meminta kader HMI mengesampingkan kepentingan sesaat dan kebencian demi kepentingan bangsa.

Ia mengatakan pendirian HMI dilakukan untuk kepentingan bangsa dan mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Supratman juga berharap KAHMI dapat membuat forum yang tidak hanya membahas kasus secara per kasus, tetapi turut membicarakan persoalan kebangsaan secara lebih luas.

“Terlalu kecil bangsa ini kalau setiap kasus kita diskusikan sampai berdarah-darah,” tuturnya.

Baca juga: Bamsoet dorong reformasi birokrasi yang berdampak bagi masyarakat

Secara khusus, Supratman mengimbau masyarakat, keluarga besar KAHMI, dan media tidak sungkan menyampaikan kritik terhadap Kementerian Hukum yang dipimpinnya.

Ia mengatakan Kementerian Hukum setiap Jumat menyediakan forum pengaduan publik bernama Pasti Ada Solusi yang disiarkan secara langsung sebagai bagian dari upaya membangun pemerintahan terbuka.

Menurut dia, forum tersebut merupakan cara untuk mengubah birokrasi, membuka diri, sekaligus mendorong partisipasi publik dalam pengawasan dan perbaikan pelayanan.

Diskusi Kebangsaan KAHMI diselenggarakan setelah kegiatan jalan sehat di Lapangan Pengayoman, Kementerian Hukum.

Baca juga: Pengamat: Pidato Prabowo soal birokrasi jadi peringatan bagi jajaran

Selain Supratman, kegiatan tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra, Hakim Konstitusi Arsul Sani, Direktur Jenderal Imigrasi Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan Hendarsam Marantoko, serta sejumlah tokoh lainnya.

Kegiatan jalan sehat dan diskusi tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat silaturahmi keluarga besar alumni HMI sekaligus bertukar pandangan mengenai pembangunan hukum di Indonesia.

Acara itu juga dirangkaikan dengan kegiatan donor darah yang diikuti 363 orang serta donasi buku yang melibatkan 568 orang sebagai bagian dari kegiatan sosial.

Baca juga: MenPANRB apresiasi peran ASN muda dalam transformasi birokrasi

Baca juga: KemenPANRB: Kelola konflik kepentingan kunci birokrasi berintegritas

Pewarta: Agatha Olivia Victoria
Editor: Abdul Hakim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |