Menkop lepas ekspor 3 ton manggis Koperasi Produsen Upland Subang Farm

6 hours ago 2
Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Subang sebagai kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditas

Subang (ANTARA) - Menteri Koperasi (Menkop) Ferry Juliantono melepas ekspor manggis sebanyak 3 ton Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China sebagai ekspor manggis segar ke negara itu tahap delapan.

"Kali ini, Koperasi Produsen Upland Subang Farm melepas 3 ton manggis, sehingga secara total sejak pengiriman pertama nilai transaksinya mencapai Rp6,6 miliar," kata Menkop saat Pelepasan Ekspor Manggis oleh Koperasi Produsen Upland Subang Farm ke China di Subang, Jawa Barat, Kamis.

Ia menyampaikan pelepasan ekspor produk pertanian manggis dari koperasi di Subang ini menjadi penanda bahwa koperasi mampu bersaing, sehingga mampu menembus pasar global.

Bahkan dalam waktu dekat Koperasi Produsen Upland Subang Farm berencana menambah unit bisnis untuk pengemasan produk nanas dalam kaleng sehingga siap diekspor.

Baca juga: Menkop: Perpres 112/2007 dan Paket Kebijakan Ekonomi 2015 dikaji ulang

Baca juga: Menkop: Kopdes menjadi hub pendukung perekonomian rakyat

"Melalui kegiatan ini membuktikan bahwa Subang sebagai kabupaten yang super karena sudah bisa ekspor berbagai komoditas. Insyaallah kami siap membantu supaya bisa memenuhi ekspor nanas seperti yang diminta negara di Timur Tengah," kata Menkop.

Dukungan Kementerian Koperasi (Kemenkop) terhadap kemajuan Koperasi Produsen Upland Subang Farm tidak hanya sebatas kebijakan, tetapi juga pembiayaan.

Menkop Ferry mendorong agar Lembaga Pengelola Dana Bergulir (LPDB) memberikan dukungan pembiayaan kepada koperasi tersebut.

Dengan dukungan pembiayaan tersebut, Menkop berharap kualitas dan kuantitas hingga upaya diversifikasi usaha dari Koperasi Upland Subang Farm dapat dilakukan sesuai rencana bisnisnya.

Dengan modal yang cukup juga diharapkan agar Koperasi ini mampu menyerap produk pertanian dengan harga yang lebih baik sehingga petani dapat meningkat kesejahteraannya.

"Saya yakin Koperasi Upland ini bisa beli dengan harga yang lebih baik ke petani dan bisa memperbaiki manajemen kemudian bisa ekspor ke mana-mana," katanya.

Berdasarkan hasil kajian terhadap proposal dan bisnis proses dijalankan koperasi tersebut kepada LPDB, untuk tahap awal diperkirakan suntikan dana yang dapat diberikan sekitar Rp4 miliar. Selanjutnya diperkirakan nilai pembiayaan yang dapat digulirkan dapat mencapai Rp20 miliar.

"Nanti ketika koperasi ini bisa dikembangkan kami akan mendorong pembiayaannya hingga Rp20 miliar tetapi harus melalui proses inkubasi dan pendampingan yang berkelanjutan," katanya.

Menkop menambahkan bahwa keberhasilan ekspor manggis oleh Koperasi Prodesn Upland Subang Farm sejalan dengan cita-cita Presiden Prabowo Subianto untuk menjadikan koperasi sebagai penggerak ekonomi desa dan pelaku utama dalam membawa produk lokal (desa) ke pasar dunia.

Lebih jauh, Menkop menyinggung ekosistem koperasi desa yang sedang dibangun, termasuk Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih yang segera beroperasi dapat menjadi bagian dari ekosistem pengembangan Koperasi Produsen Upland Subang Farm.

Ia berharap koperasi ini dapat terhubung dengan jaringan koperasi desa di seluruh Indonesia, sehingga produknya tidak hanya diekspor tetapi juga dipasarkan di dalam negeri melalui jaringan koperasi.

"Jadi jangan hanya diekspor saja tapi bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih di seluruh Indonesia. Produk lokal yang ada di Subang atau sekitarnya juga bisa dijual melalui Koperasi Desa Merah Putih," ujar Menkop.

Ia menekankan bahwa dukungan terhadap koperasi merupakan bagian dari semangat pendiri bangsa untuk menjadikan koperasi sebagai soko guru perekonomian nasional. Menutup pernyataannya, Menkop Ferry berharap Subang dapat melakukan ekspor komoditas unggulan lainnya khususnya nanas.

Sementara itu, Wakil Bupati Subang Agus Masykur Rosyadi menyampaikan rasa bangga atas keberhasilan ekspor manggis yang menjadi mimpi sejak program Upland digulirkan.

Menurut dia, capaian ini menunjukkan bahwa manggis Subang telah memenuhi standar internasional, menyusul keberhasilan ekspor kopi sebelumnya.

Agus menekankan bahwa tantangan ke depan adalah memastikan produk nanas dapat memenuhi spesifikasi buyer.

Ia berharap bimbingan dari Kemenkop agar Subang terus memiliki produk unggulan yang mampu bersaing di pasar global.

Baca juga: Menkop: KPM jadi anggota koperasi desa bakal terima dividen

Baca juga: Menkop dukung Kopdes Merah Putih bermitra dengan ritel modern

Pewarta: M.Ali Khumaini
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |