Portugal vs Uzbekistan: Lebih dari sekadar soal Cristiano Ronaldo

1 hour ago 2
Jika tetap seperti saat melawan Kongo, Portugal tak saja akan menyulitkan diri sendiri, tapi juga menjauhkan diri dari status salah satu calon juara Piala Dunia

Jakarta (ANTARA) - Lionel Messi telah menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa Piala Dunia dengan 18 gol yang dia ciptakan sejauh ini. Pencapaian ini makin mengusik Cristiano Ronaldo yang terus kesulitan membawa dampak kepada Portugal.

Partisipasi Ronaldo dalam dua Piala Dunia terakhir ini sedikit banyak dipengaruhi oleh Messi dan persaingannya dengan megabintang Argentina itu.

Sayangnya, Ronaldo tak mendapatkan situasi kondusif seperti didapatkan Messi dari tim Argentina yang membuat Messi akhirnya menjuarai Piala Dunia pada 2022, dan kini melampaui Ronaldo dalam jumlah gol Piala Dunia, setelah mencetak lima gol hanya dari dua pertandingan pertama Piala Dunia 2026.

Belum ada pemain generasi sekarang yang melakukan hal seperti Messi, termasuk bomber-bomber lebih muda seperti Harry Kane, Kylian Mbappe, Erling Haaland, dan Lamine Yamal.

Tapi yang paling terganggu dengan catatan Messi itu pastinya Ronaldo.

Padahal Ronaldo sudah mendapati tim Selecao yang mengawali Piala Dunia 2026 dengan superior saat melawan Republik Demokratik Kongo. Namun begitu, dia tetap tak bisa mencetak gol, dan lebih parah lagi tak bisa menginspirasi Portugal untuk menang.

Pada pertandingan ke-36-nya dalam putaran final Piala Dunia, Selecao mendominasi laga melawan Kongo itu dengan 75,4 persen penguasaan bola dan akurasi umpan 92,5 persen. Itu semua catatan terbaik Portugal selama mengikuti putaran final Piala Dunia.

Ironisnya, dengan angka-angka sefenomenal itu, Portugal hanya bisa melepaskan tujuh tembakan ke arah gawang. Sebaliknya, Kongo malah mampu melepaskan delapan tembakan.

Dengan catatan saling bertolak belakang itu, Portugal pun menjadi tim pertama sejak Piala Dunia 1966 yang kalah jumlah tembakan walau mendominasi 70 persen penguasaan bola.

Gol yang dicetak Joao Neves pada menit keenam adalah satu-satunya peluang tepat sasaran yang dibuat tim asuhan Roberto Martinez tersebut kala melawan Kongo. Ini kalah banyak dari Kongo yang membuat dua tembakan tepat sasaran dari total delapan peluang.

Portugal juga kalah dalam soal xG atau probabilitas gol. Jika xG Kongo 0,87, maka xG Portugal hanya 0,65.

Artinya, para pencipta peluang gol Portugal lebih buruk dari pada yang dimiliki Kongo. Hal itu makin divalidasi oleh kalahnya Ronaldo dari striker Kongo Yoane Wissa.

Jika Wissa membuat probabilitas gol 0,82 berkat 1 golnya dari 2 tembakan, maka angka Ronaldo adalah 0,46 setelah gagal pada semua dari tiga tembakannya.


Harus klinis

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |