Menggemakan Budaya Indonesia di Negeri Mariachi

2 hours ago 2
Di Meksiko sangat mengejutkan ternyata banyak yang tertarik dengan kesenian ini

Mexico City (ANTARA) - Selain dijuluki Negeri Sombrero, Meksiko juga dikenal sebagai Negeri Mariachi, tempat lahir dan berkembangnya mariachi, salah satu genre musik khas Amerika Latin.

Dengan beranggotakan lima orang atau lebih, para pemain musik mariachi biasa tampil menghibur dengan busana ala peternak lengkap dengan topi sombrero bertepi lebar di berbagai sudut kota-kota besar Meksiko.

Berinstrumen gitar akustik, terompet, biola, hingga alat musik tradisional vihuela, mereka meramaikan ruang-ruang publik, restoran, hingga berbagai hajatan. Irama mariachi yang cepat dan ceria pun kerap terdengar di banyak sudut kota, termasuk di Mexico City.

Namun, siang itu suasana di salah satu ruang terbuka hijau Mexico City, Bosque de Chapultepec, terasa berbeda. Bukan musik mariachi yang mengalun, tetapi musik dari Indonesia, negeri yang terpisah sangat jauh dari Meksiko oleh bentangan luas Samudra Pasifik.

Di tengah siang yang belum juga terasa terik, denting ritmis gamelan Bali yang rancak, dinamis, dan saling bersahutan segera menarik perhatian para pengunjung taman. Satu per satu mereka berdatangan dan berkerumun untuk menyaksikan permainan musik yang asing di telinga mereka, tapi begitu memikat.

Satu segmen pembuka pertunjukan gamelan Bali usai dimainkan. Tepuk tangan dan siulan nyaring pun langsung bersahutan dari para penonton sebagai bentuk apresiasi.

Tanpa berlama-lama, musik gamelan pun kembali dimainkan. Kali ini, pertunjukan semakin semarak dengan hadirnya para penari yang turut tampil di atas panggung.

Dua penari secara bergantian membawakan Tari Oleg Tamulilingan dan Tari Baris. Penampilan keduanya tak kalah memukau dan sukses menuai aplaus meriah dari ratusan, bahkan mungkin seribuan, penonton yang memadati area pertunjukan.

Kemeriahan belum berhenti. Suasana justru semakin memanas ketika suara "cak, cak, cak, cak, cak..." bergema dari mulut para pemain gamelan yang melantunkannya secara bersahutan. Seolah tengah tampil di teater terbuka Uluwatu, Bali, mereka berakapela sambil mengangkat tangan, menirukan gerakan khas para penari kecak dari Pulau Dewata.

Memasuki segmen penutup, euforia mencapai puncaknya. Para penonton diajak turun ke depan panggung untuk menari bersama diiringi ritme gamelan Bali yang berpadu dengan dentuman drum modern.

Dipandu oleh pembawa acara, para penonton mengikuti gerakan-gerakan tari Bali. Meski banyak yang tampak masih kaku, mereka tetap menari dengan penuh antusias tanpa henti. Raut kegembiraan terlihat jelas di wajah mereka.

Saat pertunjukan berakhir, para penonton spontan memberikan standing applause yang panjang dan meriah, menutup penampilan tersebut dengan kesan yang sulit dilupakan.

Begitulah suasana pertunjukan grup kesenian Bali bernama Gamelan Luz y Fuerza dalam ajang Aldea Global 2026 di Bosque de Chapultepec, Mexico City, Minggu (21/6/2026).

Salah seorang penonton asal Mexico City, Nayeli, mengaku sangat takjub menyaksikan pertunjukan gamelan dan tarian Bali yang sebelumnya belum pernah ia lihat secara langsung.

"Musik, tarian, dan kostum mereka seperti mantra yang memikat kami," kata wanita yang mengaku sebagai salah satu penyuka seni itu.

Nayeli pun berterima kasih atas penampilan para seniman yang dihadirkan KBRI Meksiko karena telah memperluas wawasannya mengenai salah satu kekayaan seni dan budaya Indonesia.

Baca juga: Jembatan Meksiko-Indonesia dalam pendidikan di Negeri Sombrero

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |