Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat Abdul Muhaimin Iskandar berharap dengan terpilihnya Ketua Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) yang baru, Sodik Mudjahid, dapat membuat Baznas lebih produktif dalam pengelolaan zakat, infak, sedekah (ZIS).
"Selamat kepada Pak Sodik Mudjahid yang baru saja menjadi Ketua Baznas. Kita harapkan semangat baru ini juga membawa kolaborasi kita semakin produktif di hari-hari yang akan datang," kata Menko Muhaimin Iskandar dalam kegiatan bertajuk "Selasar Hangat, Harmoni Lintas Keyakinan Kolaborasi Joyful Ramadan, Indonesia Berdaya melalui Tebar Harapan Ramadhan (THR)", di Jakarta, Kamis (12/3).
Menurut dia, potensi sosial dari zakat, infak, dan sedekah sangat besar dan harus dikelola dengan baik agar bisa membantu kehidupan masyarakat miskin dan miskin ekstrem, dan bisa memberdayakan mereka.
"Setidaknya ada 23 juta kaum yang belum sejahtera, masih dalam posisi kesulitan ekonomi. Itu tanggung jawab kita dan itu menjadi bagian dari 8,25 persen penduduk bangsa kita masih mengalami kemiskinan, dan 0,85 persen masih ada dalam kemiskinan ekstrem," kata Muhaimin Iskandar.
Baca juga: Pemerintah salurkan dua juta paket zakat fitrah senilai Rp441,9 miliar
Dalam acara tersebut, pemerintah bersama lembaga zakat dan filantropi meluncurkan program Tebar Harapan Ramadhan (THR) dan menyalurkan 2 juta paket zakat fitrah kepada mustahik se-Indonesia dengan total nilai bantuan mencapai Rp441,9 miliar.
Menurut dia, program Tebar Harapan Ramadhan (THR) merupakan bagian dari upaya memperkuat kolaborasi nasional dalam menanggulangi kemiskinan melalui optimalisasi potensi zakat dan filantropi masyarakat.
Dalam melaksanakan program ini, pihaknya menggandeng 184 Lembaga Amil Zakat (LAZ) dan 234 organisasi filantropi yang tergabung dalam platform Indonesia Berdaya.
Baca juga: Menko Muhaimin dorong penyaluran ZIS jadikan masyarakat miskin berdaya
Pewarta: Anita Permata Dewi
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































