Jakarta (ANTARA) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko IPK) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan Sekolah Rakyat strategis untuk mengentaskan kemiskinan.
Dirinya menilai konsep tersebut akan memberi ruang bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk memperoleh pendidikan berkualitas tanpa membebani orang tua.
“Kita ingin mencetak anak-anak yang unggul, berprestasi, dan memiliki masa depan lebih baik. Inilah salah satu cara memutus rantai kemiskinan secara berkelanjutan,” ujarnya dalam keterangan di Jakarta, Senin.
Ia berharap, lulusan Sekolah Rakyat dapat melanjutkan ke perguruan tinggi maupun langsung memasuki dunia kerja.
Baca juga: Mensos sebut tantangan sekolah rakyat mulai teratasi
Selain manfaat sosial, dia mengharapkan, pembangunan Sekolah Rakyat memberi dampak ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Pelibatan tenaga kerja lokal, penggunaan material dari daerah setempat, serta peningkatan aktivitas UMKM, rumah sewa, dan jasa pendukung lainnya, kata dia, akan menggerakkan perekonomian lokal.
“Pembangunan ini harus memberi nilai tambah bagi masyarakat sekitar, baik melalui kesempatan kerja maupun penguatan ekonomi lokal,” katanya.
Ia meminta seluruh pihak terus mengawal proyek ini agar selesai sesuai target, tanpa mengabaikan mutu bangunan dan keselamatan kerja.
“Kita tidak hanya mengejar kecepatan, tetapi juga memastikan kualitas dan keberlanjutan. Ini harus kita jaga bersama sampai tuntas,” katanya.
Pembangunan Sekolah Rakyat tahap kedua secara nasional mencakup 104 lokasi di berbagai wilayah di Indonesia.
Pemerintah berharap, kehadiran Sekolah Rakyat dapat menjadi instrumen nyata untuk memperluas akses pendidikan bagi keluarga prasejahtera dan masyarakat berpenghasilan rendah.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum (Wamen PU) Diana Kusumastuti menyatakan program Sekolah Rakyat membuka kesempatan bagi masyarakat miskin untuk bisa bersekolah.
Ia menjelaskan program tersebut bagian dari upaya pemerintah di bawah Presiden Prabowo Subianto memperluas akses pendidikan bagi masyarakat kurang mampu yang selama ini menghadapi keterbatasan.
Baca juga: Kementerian PU percepat konstruksi Sekolah Rakyat Tahap II Kulon Progo
Baca juga: Kemensos tak buka pendaftaran Sekolah Rakyat, rekrutmen berbasis DTSEN
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: M. Hari Atmoko
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































