Yogyakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa pasar tradisional tidak mati suri setelah melihat langsung aktivitas di Pasar Beringharjo dan Teras Malioboro 1, Kota Yogyakarta, Selasa.
Purbaya menilai kondisi tersebut berbeda dengan pandangan sejumlah pengamat yang sebelumnya menyebut pasar tradisional mengalami mati suri.
"Kita mau lihat apa betul pasar-pasar tradisional sudah mati, ternyata di sini masih ramai dan omzetnya juga tinggi. Di sini bisa mencapai Rp2 triliun ya. Mudah-mudahan ke depan makin ramai lagi kalau ekonominya kita perbaiki ke depan," kata Purbaya.
Menurut dia, meski pemulihan ekonomi pascaperlambatan hingga triwulan ketiga tahun lalu belum merata, kondisi di sejumlah pusat perdagangan menunjukkan tren positif.
Ia menyebut kondisi serupa juga terlihat di Pasar Tanah Abang serta sejumlah pusat perdagangan di Bandung yang tetap ramai.
"Jadi kelihatannya tidak semati suri seperti yang disebut para pengamat itu," katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Purbaya didampingi Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta Sri Sultan Hamengku Buwono X yang turut meninjau sejumlah lapak pedagang.
Selain meninjau aktivitas perdagangan, Purbaya juga berbelanja sejumlah produk seperti batik, kain dan kaos.
Ia menilai produk usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) Yogyakarta memiliki daya saing tinggi, baik dari sisi kualitas maupun harga.
"Saya belanja cukup banyak karena dibanding Jakarta, harganya di sini sangat bagus. Di Jakarta mungkin berapa juta, di sini sekitar berapa ratus ribu. Saya sempat tanya ke pedagang soal tambahan modal, mereka bilang sudah cukup. Ini sinyal kuat bahwa likuiditas di tingkat pedagang pasar di Yogya sudah membaik," ujar dia.
Sebelum mengunjungi Pasar Beringharjo, Purbaya juga meninjau Teras Malioboro 1 untuk memantau pemanfaatan Dana Keistimewaan DIY.
Baca juga: Purbaya kejar 10 perusahaan "underinvoicing" untuk tambah penerimaan
Baca juga: Purbaya nilai ada ruang efisiensi anggaran MBG dari pagu Rp335 triliun
Baca juga: IHSG masih merah, Purbaya tetap yakin level 10.000 tercapai tahun ini
Pewarta: Luqman Hakim
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































