Jakarta (ANTARA) - Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni menargetkan dapat menekan luas kebakaran hutan dan lahan (karhutla) lebih rendah dibandingkan pada 2025 dengan langkah antisipasi dan pencegahan sudah dipersiapkan pemerintah menghadapi musim kemarau.
"Meskipun tahun lalu angka turun, saya harapkan bisa ditekan lebih turun lagi, karena tahun ini menjadi penting untuk pembelajaran sekaligus persiapan. Tahun depan diperkirakan El Nino empat tahunan," kata Menhut Raja Juli Antoni dalam pernyataan diterima di Jakarta, Jumat.
"Empat tahun lalu angkanya sekitar 1,1 juta hektare, empat tahun sebelumnya lagi 1,6 juta hektare, jadi ada tren menurun. Semoga tahun depan saat El Nino kita bisa menekan angkanya," tambah Menhut.
Disampaikan usai Apel Kesiapsiagaan Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Nasional Tahun 2026 yang digelar di Pekanbaru, Riau, Kamis (5/3), Menhut menyebut upaya pengendalian karhutla pada tahun sebelumnya menunjukkan tren positif berkat koordinasi yang semakin baik antara pemerintah pusat, daerah, serta dukungan masyarakat.
Baca juga: BMKG paparkan upaya atasi karhutla & banjir di Sumatera jelang kemarau
"Pertama, Alhamdulillah, angka karhutla tahun 2025 yaitu tahun pertama Presiden Prabowo, turun dari angka karhutla tahun 2024. Ini semua berkat kerja sama antara kementerian/lembaga dan daerah bisa ditekan angkanya karena kita bekerja dengan koordinasi dan kolaboratif," katanya.
Apel kesiapsiagaan itu sendiri diikuti oleh jajaran kementerian dan lembaga terkait, pemerintah daerah, unsur TNI/Polri, serta para pemangku kepentingan dalam pengendalian kebakaran hutan dan lahan.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis pemerintah untuk memastikan kesiapan personel, sarana dan prasarana, serta koordinasi lintas sektor dalam menghadapi potensi karhutla menjelang musim kemarau.
Dalam arahannya, Menko Polkam Djamari Chaniaga menegaskan penanganan karhutla merupakan isu penting yang harus ditangani secara serius karena berkaitan dengan keselamatan masyarakat sekaligus citra Indonesia di tingkat internasional.
Baca juga: Menko Polkam: Perusahaan wajib bantu karhutla di luar konsesi
"Kita mengatakan berulang-ulang ini adalah hal yang sangat penting untuk bisa kita atasi, bukan hanya sekadar keselamatan manusia, tetapi juga ada nama baik bangsa dan negara di dunia," ujar Menko Djamari Chaniago.
Menurut data sistem pemantauan karhutla SiPongi Kemenhut, indikasi luas karhutla pada 2025 yaitu 359.619,42 hektare (ha). Jumlah itu memperlihatkan penurunan jika dibandingkan 376.805,05 ha pada 2024, dan 1.161.192,90 ha luas lahan yang terbakar pada 2023.
Sebelumnya BMKG mengatakan awal musim kemarau di Indonesia dimulai pada April di sejumlah wilayah, dengan periode yang lebih panjang kondisi relatif lebih kering jika dibandingkan tahun lalu.
Baca juga: Menko Polkam pimpin langsung apel kesiapsiagaan karhutla di Riau
Pewarta: Prisca Triferna Violleta
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































