Mengenal nitrous oxide, gas tertawa yang perlu diwaspadai

2 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Saat ini, berbagai jenis gas atau senyawa kimia digunakan untuk menunjang beragam aktivitas manusia mulai dari bidang kesehatan, kuliner, industri, hingga kebutuhan sehari-hari.

Sayangnya, tidak sedikit masyarakat yang belum sepenuhnya memahami baik fungsi, manfaat, maupun potensi risiko dari zat-zat tersebut. Kondisi itu kerap menimbulkan kesalahpahaman, bahkan dalam beberapa kasus berujung pada penyalahgunaan.

Salah satu contoh gas yang belakangan ini ramai diperbincangkan adalah nitrous oxide, yang akan dibahas lebih lanjut dalam ulasan berikut ini.

Apa itu nitrous oxide?

Nitrous oxide atau dinitrogen monoksida (N2O) merupakan gas yang dalam dunia medis biasa digunakan sebagai anestesi dan analgesik ringan.

Gas ini digunakan oleh dokter dan tenaga medis untuk membantu pasien merasa lebih rileks, meredakan rasa sakit, dan mengurangi kecemasan selama menjalani prosedur medis. Selain itu, gas nitrous oxide juga terkadang dimanfaatkan dalam penanganan pasien yang mengalami gejala putus alkohol.

Sementara itu, di dunia kuliner, gas ini digunakan sebagai propelan dalam pembuatan krim kocok (whipped cream).

Penyalahgunaan nitrous oxide

Dibalik kegunaannya dalam dunia medis, nitrous oxide kerap disalahgunakan untuk tujuan rekreasi.

Pasalnya, pada dosis tertentu gas ini dapat menimbulkan efek ‘high’ atau mabuk seperti perasaan euforia, sensasi ringan pada tubuh, serta relaksasi. Efek inilah yang membuat nitrous oxide juga dikenal luas dengan sebutan “gas tertawa”

Penyalahgunaan nitrous oxide telah dilaporkan terjadi di berbagai negara dan menunjukkan peningkatan dari waktu ke waktu.

Mengutip laman resmi Yale School of Medicine, pada 2020, nitrous oxide menempati peringkat kedua sebagai obat rekreasi yang paling banyak digunakan di kalangan usia 16 hingga 24 tahun di Inggris.

Sementara itu, laporan dalam jurnal ilmiah “Morbidity and Mortality Weekly Report (MMWR)” yang diterbitkan “Center of Disease Control and Prevention (CDC)” Amerika Serikat pada April 2025 mengungkapkan bahwa angka penyalahgunaan N2O meningkat 4 sampai 5 kali pada tahun 2023 dibanding 2019.

Gas tertawa umumnya disalahgunakan dengan cara dihirup. Gas dilepaskan ke dalam objek perantara seperti balon, atau dihirup secara langsung ke dalam mulut. Setelah masuk ke dalam tubuh, efeknya akan segera terasa dan berlangsung selama beberapa menit.

Dampak nitrous oxide terhadap kesehatan

Saat dihirup untuk tujuan rekreasi, terutama dalam jumlah besar, nitrous oxide berpotensi mengganggu metabolisme vitamin B12 dalam tubuh.

Kondisi ini tergolong berbahaya, karena vitamin B12 berperan penting dalam menjaga selubung mielin, yakni lapisan yang melindungi saraf di otak dan sumsum tulang belakang. Kekurangan vitamin B12 dapat menyebabkan kerusakan mielin, yang bisa memicu gangguan saraf serius sehingga kelumpuhan permanen.

Penggunaan nitrous oxide dalam jangka panjang juga dapat menyebabkan berbagai komplikasi mulai dari neurologis, hematologis, hingga masalah kejiwaan, termasuk kerusakan saraf dan psikosis.

Pada pengguna gas yang sebelumnya memiliki kondisi kesehatan tertentu, penyalahgunaan ini dapat meningkatkan risiko overdosis dengan gejala berupa penurunan tekanan darah, pingsan, hingga serangan jantung.

Selain itu, menghirup nitrous oxide secara langsung tanpa disertai asupan oksigen yang cukup dapat menyebabkan hipoksia, yakni kekurangan oksigen dalam tubuh yang berpotensi kematian.

Baca juga: Jack Fincham dapat rehab usai gunakan gas tertawa dan kecanduan

Baca juga: Haley Lu Richardson sebut syuting "Ponies" seperti terisi gas tertawa

Baca juga: BNN awasi ketat penggunaan "Whip Pink"

Pewarta: Nadine Laysa Amalia
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |