Bupati Aceh Timur: Kayu sisa banjir untuk bangun fasilitas publik

2 hours ago 1
Khusus untuk kayu terbawa banjir bandang, kami sejak awal melarang dibawa keluar dari Kabupaten Aceh Timur. Kayu tersebut kami arahkan untuk dimanfaatkan masyarakat membangun fasilitas publik

Banda Aceh (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Aceh Timur mengarahkan pemanfaatan kayu yang terbawa banjir bandang pada sejumlah kecamatan di kabupaten tersebut untuk fasilitas publik.

Bupati Aceh Timur Iskandar Usman Al-Farlaky yang dihubungi dari Banda Aceh, Rabu, mengatakan pihaknya sejak awal melarang kayu-kayu hanyutan banjir bandang tersebut dibawa keluar dari wilayah itu.

"Khusus untuk kayu terbawa banjir bandang, kami sejak awal melarang dibawa keluar dari Kabupaten Aceh Timur. Kayu tersebut kami arahkan untuk dimanfaatkan masyarakat membangun fasilitas publik," katanya.

Menurut Bupati, kayu-kayu tersebut dapat digunakan untuk pembangunan masjid maupun meunasah. Kayu-kayu tersebut juga dapat digunakan untuk pembangunan hunian masyarakat terdampak bencana.

Baca juga: Aceh bentuk tim khusus pemanfaatan kayu banjir guna cegah penjarahan

"Kayu hanyutan tersebut kami diarahkan untuk kebutuhan warga, seperti pembangunan meunasah, huntara, atau pembangunan lainnya sifatnya mendesak untuk kebutuhan warga terdampak banjir," kata Bupati Iskandar.

Ia menyebutkan kayu hanyutan banjir bandang tersebut menumpuk di sejumlah kecamatan antara lain Kecamatan simpang jernih, Kecamatan Serbajadi, dan Kecamatan Pante Bidari.

Untuk kubikasi kayu tersebut, ia mengakui tidak bisa memastikan berapa banyaknya. Sebab lokasi kayu hanyutan banjir bandang tersebar di sejumlah wilayah terdampak banjir.

"Intinya, kayu-kayu tersebut dilarang dibawa keluar daerah dan diarahkan untuk pemanfaatan kebutuhan masyarakat terdampak bencana," ucap Iskandar Usman Al-Farlaky.

Baca juga: Bupati Aceh Timur temukan tumpukan kayu di wilayah bencana

Pewarta: M.Haris Setiady Agus
Editor: Risbiani Fardaniah
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |