Mengapa degradasi mengintai Tottenham Hotspur​?

3 hours ago 1
Ini agak aneh untuk klub yang memiliki segalanya, dari stadion yang megah, sampai tempat latihan yang canggih

Jakarta (ANTARA) - Fernando Llorente sungguh tak percaya melihat apa yang sedang terjadi pada Tottenham Hotspur.

Llorente adalah mantan striker pelapis untuk Harry Kane ketika kapten timnas Inggris ini masih aktif bermain untuk Spurs.

Llorente hadir langsung di Stadion San Mames, Mei 2025, ketika Spurs menjuarai Liga Europa setelah mengalahkan Manchester United dalam final.

Spurs pun mengakhiri paceklik trofi dengan menjuarai Liga Europa. Llorente ikut senang.

Dia juga sempat bahagia melihat Spurs mengawali musim ini dengan baik, termasuk saat menjalani fase grup Liga Champions.

Namun dalam tiga bulan terakhir, dia berubah cemas, seperti umum dirasakan penggemar Spurs.

Atmosfer yang tadinya baik, termasuk saat kalah adu penalti melawan juara Liga Champions Paris Saint Germain dalam Piala Super Eropa, lama kelamaan memburuk.

Spurs tak pernah memenangkan pertandingan liga sepanjang 2026. Mereka tak pernah menang di kandang sejak 6 Desember 2025. Total, mereka tak pernah menang dalam 14 pertandingan terakhir Liga Premier.

Akibatnya Spurs terjun bebas ke tiga terbawah klasemen Liga Inggris. Ancaman degradasi pun mengintai mereka ketika Liga Inggris tinggal menyisakan enam pertandingan lagi.

Mereka pernah terdegradasi pada musim 1976-1977, tapi satu musim kemudian kembali ke liga utama, dan sejak itu tak pernah lagi terdegradasi.

Tapi setelah 49 tahun, ancaman degradasi tiba-tiba menyergap mereka, yang sebenarnya terlalu besar untuk dibiarkan.

Enam tim yang akan mereka lawan dalam enam laga terakhir liga tidak lebih hebat dari Spurs, bahkan beberapa di antaranya mereka kalahkan dalam pertemuan pertama musim ini.

Sayang, persoalan Spurs bukan pada kemampuan mereka dalam mengalahkan lawan, melainkan sakit struktural yang belum bisa mereka sembuhkan.

Brighton, Wolverhampton Wanderers, Leeds United, dan Everton adalah tim-tim yang tidak lebih baik dari mereka. Hanya Aston Villa dan Chelsea yang mengalahkan mereka dalam pertemuan pertama.

Masalahnya, bukan jenis lawan yang akan dihadapi Spurs yang menentukan nasib klub London ini. Diri mereka sendirilah yang mesti terlebih dulu harus mereka kalahkan.


Soal passing

Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |