Mendes ajak pemudik jadikan Idul Fitri katalisator pembangunan desa

6 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto mengajak puluhan juta masyarakat yang melakukan perjalanan mudik Idul Fitri untuk menjadikan momentum tersebut sebagai katalisator kebangkitan ekonomi dan pembangunan di tingkat desa, bukan sekadar ajang silaturahim.

Pesan tersebut disampaikan Mendes PDT saat berdiskusi dengan wartawan dalam acara buka puasa bersama di rumah dinasnya di Jakarta, Senin malam. Ia menyoroti bahwa pergerakan masif pemudik ke wilayah pedesaan harus dimaksimalkan untuk membawa dampak positif yang nyata dan berkelanjutan.

"Kami berharap silaturahmi itu bisa membangkitkan optimisme. Para pemudik insyaa Allah membawa uang ke kampungnya masing-masing, sehingga kegiatan ekonomi desa pasti bangkit," ujar Yandri.

Guna mengoptimalkan perputaran roda ekonomi lokal, ia secara khusus mengimbau para perantau untuk memprioritaskan pembelian produk-produk asli desa sebagai buah tangan.

"Saat nanti harus kembali ke kota, kami sarankan untuk membeli oleh-oleh produk desa. Bawa ke kota, biar ini jadi momen kebangkitan ekonomi di pedesaan," katanya.

Selain aspek perputaran ekonomi, Mendes PDT juga menyoroti pentingnya transfer pengetahuan dari masyarakat urban ke masyarakat pedesaan. Pemudik yang bermukim di kota-kota besar diharapkan mampu memberikan literasi, pendampingan, serta solusi atas berbagai permasalahan yang ada di desa asal mereka.

Baca juga: Kemenag luncurkan program masjid ramah pemudik di Aceh

"Minimal memberikan semangat dan literasi tentang bagaimana sebuah desa bisa dibangun dengan baik. Orang kota akan dinanti oleh orang desa terkait pengalamannya dan solusi-solusi yang mereka tawarkan untuk mempercepat kolaborasi," ujar Yandri.

Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa dorongan tersebut sangat sejalan dengan visi Astacita yang digagas oleh Presiden Prabowo Subianto, yakni membangun Indonesia dari desa. Paradigma pembangunan saat ini, kata dia, menempatkan desa bukan lagi sebagai objek, melainkan telah bertransformasi sebagai subjek utama pembangunan nasional.

Kemendes PDT juga membuka ruang seluas-luasnya bagi pemudik untuk memberikan masukan, saran, atau melaporkan pemetaan potensi serta kendala di desanya sekembalinya mereka ke kota tempat merantau.

"Kami berharap bukan hanya sekadar mudik, tapi ada manfaat yang ditinggalkan setelah arus balik. Ada jejak nyata dari pemudik, dan kami di Kementerian Desa siap berkolaborasi dengan pihak manapun untuk membangun desa," kata Yandri.

Baca juga: Gubernur Lampung bentuk satgas bersama pastikan kelancaran arus mudik

Baca juga: ASDP optimalkan tiket daring guna berantas praktik calo di pelabuhan

Pewarta: Citro Atmoko
Editor: Triono Subagyo
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |