Mendagri minta tambahan BKO TNI/Polri bersihkan lumpur banjir di Aceh

15 hours ago 5

Banda Aceh (ANTARA) - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian meminta tambahan BKO personel TNI/Polri hingga pengiriman siswa sekolah kedinasan untuk membantu membersihkan lumpur sisa banjir di sejumlah daerah terdampak di Aceh.

"Pertama adalah, yang perlu menurut saya, pembersihan lumpur dipercepat, baik yang ada di jalanan, seperti gang-gang, rumah-rumah, lorong-lorong, toko-toko," kata Tito Karnavian, di Banda Aceh, Sabtu.

Hal itu disampaikan Tito Karnavian yang juga Ketua Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatera saat memimpin rapat dengan unsur Forkopimda Aceh serta bupati/wali kota se-Aceh, di ruang serbaguna kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh.

"Maka saya sudah usulkan tambahan BKO, baik Polri maupun TNI. Katanya penambahan tanggal 20 Januari, saya minta lebih cepat, sebelum Ramadhan sudah selesai, kalau Ramadhan kasihan, karena ini kerja fisik," ujarnya.

Kemudian, dalam rapat koordinasi Satgas Pemulihan Pascabencana DPR RI, Tito juga menuturkan bahwa telah menyampaikan kepada Kapolri dan Panglima TNI untuk mempercepat
Latihan Integrasi Taruna Wreda (Latsitarda) TNI/Polri untuk dapat diturunkan ke lokasi bencana.

"Untuk AAL, AAU, Akmil, Akpol bergabung seperti biasa. Ini mau dikerjakan sekarang di situasi lapangan yang sebenarnya. Jadi, kalau bisa lebih cepat," ujarnya.

Baca juga: Mendagri minta daerah bencana laporkan kerusakan fasilitas publik

Menurut dia, pembersihan lumpur ini memang mesti dikeroyok bersama, maka perlu tambahan kekuatan dari TNI/Polri, kemudian sekolah kedinasan (IPDN, BPS, perikanan, perhubungan, dan lainnya), semua harus bergerak.

"Mobilisasi harus dilakukan, saya yakin sekali, daerah yang banyak lumpur itu akan segera bersih termasuk sampai ke rumah-rumah," katanya.

"Pembersihan lumpur banjir tersebut memang harus dipercepat, jalan-jalan relatif bagus. Pembersihan lumpur ini sangat penting, baik di daratan maupun sungai," tegasnya.

Tito menegaskan, kekuatan yang sudah ada saat ini memang harus ditambah. Perihal ini juga telah disampaikan kepada Kapolri untuk menambah BKO 5.000 personel dari 1.000 orang sebelumnya.

Sebelumnya, Polri tidak bisa memenuhi BKO 5.000 personel karena sedang memerlukan kekuatan untuk pengamanan Natal dan tahun baru (Nataru).

"Nah, sekarang Nataru sudah selesai, mumpung sebelum Ramadhan, kalau Ramadhan capek kerja, fisik ini, jadi harus digenjot di periode waktu ini. Saya minta Kapolri paling nggak 5.000 personel, nanti daerahnya di mana kita lihat petanya," kata dia.

Baca juga: Pimpin Satgas, Mendagri fokus tangani bencana Sumatera

Selain itu, Tito juga telah meminta kepada Kepala Staf TNI Angkatan Darat Maruli Simanjuntak untuk dapat menambah BKO 10.000 prajurit, karena jika hanya 1.000 saja tidak cukup.

"Kemudian, saya sampaikan kepada Pak Maruli, kira-kira bisa nggak 10.000, karena kalau cuma 1.000 saja tak cukup. Kami saja kirim 1.200 praja IPDN itu hanya fokus di dinas Aceh Tamiang. Kita belum lihat di Aceh Timur, Gayo Lues, nanti kita lihat," demikian Tito Karnavian.

Pewarta: Rahmat Fajri
Editor: Bambang Sutopo Hadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |