Jakarta (ANTARA) - Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, mengunjungi rumah kelahiran Bung Hatta di Bukittinggi, Sumatra Barat, guna membangun kembali pemikiran Mohammad Hatta mengenai ekonomi kerakyatan yang masih menjadi landasan penting dalam pembangunan nasional.
Dalam kunjungan ke rumah proklamator Indonesia yang dilahirkan pada 12 Agustus 1902 itu , Fadli Zon menilai Bung Hatta merupakan sosok yang memiliki integritas tinggi, disiplin, jujur, serta dikenal sebagai salah satu pemikir besar bangsa dan perumus Undang-Undang Dasar 1945, khususnya Pasal 33.
“Karena itu, saya menganggap Bung Hatta sebagai Bapak Ekonomi Kerakyatan. Karena ekonomi yang tercantum dalam konstitusi kita adalah ekonomi kerakyatan yang saat ini juga sedang dilaksanakan dan direalisasikan oleh Bapak Presiden Prabowo melalui berbagai kebijakan seperti koperasi dan Danantara,” kata Fadli Zon melalui keterangan resminya, Minggu.
Baca juga: Menbud hadirkan daya tarik museum lewat peci Bung Karno-Hatta
Menurut dia, Pasal 33 UUD 1945 menegaskan bahwa cabang produksi yang menguasai hajat hidup orang banyak harus dikuasai negara dan sumber daya alam dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat.
Oleh karena itu, berbagai langkah pemerintah untuk menutup kebocoran ekonomi, termasuk menghindari praktik under invoicing dan transfer pricing, merupakan bagian dari implementasi amanat konstitusi tersebut.
Fadli Zon menegaskan bahwa sistem ekonomi Indonesia bukanlah ekonomi kapitalis maupun liberal, melainkan ekonomi kerakyatan yang menempatkan peran negara dan koperasi sebagai pilar utama.
Baca juga: Pemko Bukittinggi apresiasi RRI serahkan rekaman suara asli Bung Hatta
Menurutnya, konstitusi Indonesia tidak hanya menjadi konstitusi politik, tetapi juga konstitusi ekonomi yang berpihak pada kesejahteraan masyarakat.
“Itulah salah satu buah pemikiran Bung Hatta yang dituangkan ke dalam konstitusi kita. Karena itu, konstitusi kita bukan hanya merupakan konstitusi politik, tetapi juga konstitusi ekonomi,” ujar Menbud.
Selain meninjau rumah bersejarah tersebut, Menteri Kebudayaan juga mendorong dilakukannya kajian lebih mendalam mengenai kehidupan Bung Hatta berdasarkan sumber-sumber yang valid.
Baca juga: Perpusnas ajak teladani Bung Hatta untuk hidupkan budaya membaca
Hasil kajian itu nantinya akan menjadi dasar pengembangan Museum Rumah Kelahiran Bung Hatta agar semakin menarik dan mampu menjadi sumber inspirasi serta pembelajaran bagi generasi mendatang.
Kunjungan tersebut turut dihadiri Wali Kota Bukittinggi Ramlan Nurmatias, budayawan Taufiq Ismail, serta sejumlah pejabat Kementerian Kebudayaan dan tokoh daerah.
Baca juga: Menbud kunjungi rumah Bung Hatta dan bahas hibah barang bersejarah
Baca juga: Bukittinggi Orchestra meriahkan puncak perayaan 123 tahun Bung Hatta
Pewarta: Chairul Rohman
Editor: Siti Zulaikha
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































