MBG dorong perubahan budaya makan dan hidup sehat bagi masyarakat

1 week ago 4

Jakarta (ANTARA) - Tenaga Ahli Utama Badan Komunikasi Pemerintah RI Hariqo Wibawa Satria mengatakan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) mampu mendorong perubahan budaya makan dan hidup sehat bagi masyarakat, utamanya dalam rangka membangun Indonesia Emas 2045.

"Sederhana saja, pada tahun 2045 kita ingin anak-anak Indonesia memiliki pendapatan tinggi, badan sehat, otak cerdas, akhlak baik, dan mampu bersaing dengan anak-anak dari negara lain, maka kita sedang membangun budaya peradaban baru melalui MBG," katanya dalam siniar bersama ANTARA di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, saat ini percakapan di media sosial yang sering terjadi selain perang Amerika Serikat (AS) dan Iran adalah tentang gizi, yang menunjukkan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya peningkatan kualitas asupan sehari-hari.

"Memang ada kritik, misalnya soal 'makanan beracun gratis' atau potensi korupsi dalam program MBG, tetapi sekarang kalau kita lihat ibu-ibu ngobrol, jangan-jangan mereka sedang membicarakan gizi atau protein, itu hal yang kita syukuri, artinya edukasi mengenai gizi seimbang mulai masuk ke masyarakat," ujar dia.

Hariqo mengemukakan, melalui Program MBG, Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan program-program prioritas seperti Sekolah Rakyat, dapat membangun peradaban baru yang lebih berkualitas.

"Ada CKG, MBG, ini fondasi peradaban kita, sesuatu yang sangat fundamental, maka program ini menjadi program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, jadi urgensinya di situ. Program ini bukan hanya sekadar memberikan makan, tetapi tujuannya lebih besar," paparnya.

Ia mengemukakan, meski sudah 80 tahun merdeka, data menunjukkan bahwa 96 persen lebih masyarakat Indonesia kurang makan sayur dan buah, 66 persen anak-anak Indonesia memiliki pola makan yang buruk, 65 persen anak tidak sarapan sebelum berangkat sekolah, dan 32 persen remaja putri mengalami anemia.

"Lalu, 21 persen balita mengalami stunting. Selain itu, sebelum Pak Prabowo menjadi Presiden, setiap hari lebih dari 2.000 orang meninggal dunia karena penyakit tuberkulosis dan kardiovaskular," tuturnya.

Oleh karena itu, Program MBG hadir untuk meningkatkan kualitas gizi anak bangsa, yang hingga hari ini telah menjangkau lebih dari 60 juta penerima manfaat di 24.204 SPPG.

Pewarta: Lintang Budiyanti Prameswari
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |