Hamilton, Kanada (ANTARA) - Utusan Palestina untuk PBB Riyad Mansour mengatakan bahwa Jalur Gaza adalah bagian yang tidak terpisahkan dari wilayah Palestina yang diduduki dan milik rakyat Palestina.
"Gaza bukanlah sebidang tanah yang tergantung di udara untuk dirampas oleh siapa pun. Itu milik rakyatnya. Itu milik rakyat Palestina," kata Mansour pada sesi pembukaan Komite PBB tentang Penerapan Hak-Hak yang Tidak Dapat Dicabut dari Rakyat Palestina, Selasa.
Mansour menyambut baik gencatan senjata di Gaza dan mencatat kerja sama semua pihak yang terlibat, termasuk AS, namun menekankan bahwa gencatan senjata itu harus bertahan lama.
Ia mengatakan bahwa gencatan senjata “tidak boleh rapuh,” katanya, “Israel tidak boleh terus menerus membunuh rakyat kami sesuai keinginan mereka di Jalur Gaza dan bagian lain wilayah Palestina yang diduduki.”
Mansour juga menekankan pentingnya akses kemanusiaan. “Bantuan kemanusiaan harus diizinkan menjangkau seluruh penjuru Jalur Gaza,” dan “lembaga kemanusiaan, termasuk PBB, UNRWA (badan pengungsi Palestina PBB), harus diizinkan untuk terus maenjalankan mandat dan tanggung jawab mereka.”
“Kami ingin melihat awal penarikan pasukan Israel untuk keluar sepenuhnya dari Jalur Gaza,” katanya, menyambut langkah gencatan senjata tahap kedua yang ditandatangani pada akhir Oktober.
Ia kembali menegaskan bahwa Tepi Barat yang diduduki, termasuk Yerusalem Timur, dan Gaza merupakan satu kesatuan wilayah yang harus berada di bawah Otoritas Palestina. Ia juga menekankan agar Israel segera menarik diri sepenuhnya dari Jalur Gaza demi stabilitas internasional.
Sumber: Anadolu
Baca juga: Hamas tuding Israel batasi masuknya bantuan ke Gaza
Baca juga: Dewan Perdamaian bantu ciptakan jalan bagi kemerdekaan Palestina
Penerjemah: Yoanita Hastryka Djohan
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































