Isu perbatasan RI-Malaysia picu perdebatan di Parlemen Malaysia

2 hours ago 2

Kuala Lumpur (ANTARA) - Sidang dewan yang membahas isu perbatasan RI-Malaysia, di parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Rabu, diwarnai perdebatan antara sejumlah anggota dewan dengan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim.

Perdebatan yang terjadi bukan mengenai hal substansial terkait perbatasan Malaysia-Indonesia, melainkan tentang tudingan "pengkhianat", yang menurut Anwar Ibrahim sempat dilontarkan oposisi terhadap dirinya melalui media.

Awalnya Anwar menjelaskan secara terperinci tentang isu perbatasan RI-Malaysia. Kemudian dia menekankan bahwa masalah perbatasan hendaknya disikapi dengan bijak dan memperhatikan hubungan baik dua negara.

"Jadi sebab itu harus merujuk angka dan data," kata Anwar.

Anwar lalu menyampaikan pentingnya memberikan penghargaan dan apresiasi kepada seluruh petugas atau otoritas Malaysia dan Indonesia yang telah turun ke lapangan untuk melakukan pengukuran garis batas, hingga berdialog terkait perbatasan negara.

Anwar berpandangan sejauh ini beberapa anggota kelompok oposisi hanya menyampaikan kritik, bahkan menghina dirinya sebagai pengkhianat negara.

"Kenyataan menghina, biadab itu ada. Kalau tidak tahu itu tanya, jangan memaki dan berteriak," kata Anwar.

Pernyataan Anwar itu memicu interupsi dari sejumlah anggota dewan dari partai oposisi — sekalipun saat awal sidang Ketua Dewan Rakyat Malaysia Johari bin Abdul telah mengingatkan bahwa agenda sidang hanya mendengarkan penjelasan PM Anwar secara satu arah, dan semua tanggapan akan dilakukan pada agenda berikutnya yang akan dijadwalkan.

Sejumlah anggota dewan dari partai oposisi berdiri dan melayangkan interupsi, karena keberatan disebut memaki dan berteriak — tudingan yang dianggap tidak pantas disampaikan di parlemen.

Mereka menekankan hanya meminta penjelasan pemerintah Malaysia terkait isu perbatasan, berdasarkan keterangan yang sebelumnya disampaikan otoritas Indonesia.

Merespons hal itu, Anwar menegaskan dirinya ingin meluruskan dan membantah tudingan yang menyebut dirinya pengkhianat negara terkait hal perbatasan.

Sidang kemudian dapat dilanjutkan setelah Ketua Dewan Rakyat Malaysia meminta semua anggota agar tenang.

Anwar lantas memutuskan menutup penjelasannya dengan menyampaikan harapan agar segala hal yang berkaitan dengan kepentingan negara termasuk perbatasan, dapat disampaikan secara bijak.

"Saya tidak ada masalah bagaimana para anggota dewan oposisi bertanya, tapi saya membantah keras tuduhan dan fitnah yang menyatakan saya berkhianat pada negara," kata Anwar.

Pada kesempatan itu Anwar secara umum menjelaskan bahwa perundingan terkait batas negara yang belum diselesaikan, terus dilakukan Malaysia-Indonesia dengan melibatkan seluruh unsur terkait, mulai dari bawah hingga jajaran pemimpin negara.

Anwar berharap semua pihak dapat menjaga dan menghormati hubungan baik kedua negara, dalam menyampaikan pandangan soal isu perbatasan.

"Kita boleh beda pendapat, tapi jangan jatuhkan hukuman dan jangan menyinggung perasaan rekan-rekan kita di Indonesia, yang berusaha untuk menjalin hubungan yang sangat baik dan akrab di antara dua negara," ujar Anwar.

Paparan Perdana Menteri Malaysia Anwar Ibrahim terkait perbatasan RI-Malaysia di parlemen Malaysia, Kuala Lumpur, Malaysia, Rabu (4/2/2026). ANTARA/HO-capture YouTube Parlimen Malaysia

Pewarta: Rangga Pandu Asmara Jingga
Editor: Aditya Eko Sigit Wicaksono
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |