Pekanbaru, (ANTARA) - Tim Manggala Agni di Provinsi Riau terkendala sumber air untuk memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Desa Sekodi, Kecamatan Bantan, Kabupaten Bengkalis dan terpaksa harus meminta bantuan alat berat kepada pemerintah setempat.
Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Ferdian Krisnanto menyatakan bahwa satu regu Manggala Agni Daerah Operasi Siak dikerahkan untuk mencari sumber air alternatif, karena kanal-kanal kecil di sana terpantau kering.
"Kami berkoordinasi dengan pemerintah desa untuk bantuan alat berat. Tujuannya guna membersihkan kanal, mengeruk tanah untuk mencari sumber air, serta membuat embung dan sekat bakar," katanya dalam keterangan yang diterima di Pekanbaru, Sabtu.
Namun begitu, saat ini dengan sumber air yang minim masih dilakukan pemadaman bersama satuan tugas terkait. Tim bahu-membahu bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Babinsa, Bhabinkamtibmas, dan masyarakat setempat melakukan pemadaman.
Baca juga: Manggala Agni menginap empat hari padamkan karhutla di Bengkalis Riau
Untuk mempercepat pemadaman, lanjutnya, dukungan helikopter "water bombing" telah dikerahkan ke wilayah Bengkalis. Selain itu, Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) juga dilakukan sebanyak tiga sorti dengan sasaran wilayah Inhil, Pelalawan, Bengkalis, dan Siak.
"Operasi udara terus mendukung tim darat. Kami sangat berharap doa dari masyarakat agar sore dan malam ini turun hujan dari hasil modifikasi cuaca tersebut, sehingga sumber-sumber air yang kering bisa terisi kembali," tutur Ferdian.
Sementara di wilayah Bengkalis lainnya, yakni di Desa Titi Akar, Kecamatan Rupat Utara kekuatan besar dikerahkan. Tim terdiri atas dua tim Daops Sumatera V/Dumai, serta dukungan masing-masing satu tim bantuan kendali operasi dari Daops Sarolangun Jambi dan Daops Musi Banyuasin Sumatera Selatan.
Fokus utama petugas adalah membuat perimeter pengamanan untuk melindungi rumah warga, kebun karet, kebun cabai, hingga mushalla. Petugas juga berupaya memutus kepala api yang berpotensi menutup akses jalan dan merambat ke rumah walet milik warga.
"Kondisi diperparah dengan angin kencang yang arahnya berubah-ubah karena lokasi yang dekat dengan laut," ucapnya.
Baca juga: Pemkab Natuna lakukan operasi modifikasi cuaca tangani karhutla
Pewarta: Bayu Agustari Adha
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































