Jakarta (ANTARA) - Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyampaikan simpati terhadap pemerintah dan masyarakat Indonesia atas sejumlah bencana yang tengah melanda Tanah Air, termasuk erupsi gunung berapi dan kabut asap akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
“Saya menyampaikan solidaritas kepada saudara-saudara kita di Indonesia menyusul bencana gunung berapi dan tantangan kabut asap yang sedang dihadapi,” ujar Anwar dalam unggahan media sosial resminya yang dipantau dari Jakarta, Senin.
Ia menuturkan bahwa Malaysia dan Indonesia bukan sekadar negara tetangga, tapi merupakan dua bangsa yang terkait dan terikat oleh sejarah, budaya, serta rasa persaudaraan yang erat.
Anwar menyatakan persahabatan dan rasa hormat antara kedua negara akan terus terjaga.
“Insyaallah, ikatan ini akan terus terjaga demi kesejahteraan rakyat kedua negara serta perdamaian dan kemakmuran kawasan,” ucapnya.
PM Anwar menyampaikan ungkapan solidaritas tersebut saat berbincang melalui sambungan telepon dengan Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) yang tengah berada di Penang, Malaysia, pada Sabtu (5/9) hingga Minggu (6/9) lalu untuk menghadiri Penang Peace Dialogue 2026.
Namun, keduanya tidak dapat bertemu secara langsung karena Anwar sudah terjadwal untuk mengunjungi agenda lain, yakni Pameran Pertanian, Hortikultur, dan Agrowisata Malaysia (MAHA) 2026.
Sebelumnya, Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan Kementerian Kehutanan Dwi Januanto Nugroho mengungkapkan luas area karhutla di seluruh Indonesia selama periode Januari hingga Juni 2026 mencapai 107.465,47 hektare.
Sementara itu, Kepolisian Republik Indonesia (Polri) mencatat terdapat 169 laporan terkait kasus karhutla sepanjang 1 Januari hingga 4 September 2026. Polisi pun telah menetapkan 113 orang tersangka berdasarkan proses penyidikan yang dilakukan.
Selain karhutla yang menyebabkan kabut asap tebal, sejumlah daerah di Indonesia juga tengah menghadapi hujan abu vulkanik akibat erupsi beberapa gunung berapi dalam seminggu terakhir.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mencatat gunung berapi tersebut antara lain Gunung Ibu di Maluku Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Gunung Lewotobi Laki-laki dan Gunung Ili Lewotolok di Nusa Tenggara Timur (NTT), Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, serta Gunung Sinabung di Sumatera Utara.
Baca juga: Polri tetapkan 138 tersangka karhutla, delapan korporasi dalam proses
Baca juga: Menko Polkam: Pemerintah perketat penegakan aturan cegah karhutla
Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Arie Novarina
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































