Jakarat (ANTARA) - Petenis Polandia Maja Chwalinska mencetak sejarah dengan menjadi petenis kualifikasi pertama yang berhasil mencapai final Roland Garros.
Chwalinska juga merupakan petenis perempuan ketiga yang mencapai final Roland Garros dalam debutnya di babak utama, bergabung dengan Evonne Goolagong pada 1971 dan Chris Evert pada 1973.
"Ini seperti mimpi, jujur saja. Saya tidak tahu apa yang sedang terjadi. Saya tidak tahu harus berkata apa. Saya hanya sangat bahagia," kata Chwalinska dikutip dari WTA.
"Sangat menantang untuk bermain melawan pemain terbaik di dunia, hari demi hari, tetapi ini adalah Grand Slam jadi Anda harus memberikan yang terbaik dan lebih dari itu. Saya sama sekali tidak mengeluh."
Chwalinska tiba di Paris dengan peringkat terbaik dalam kariernya, yaitu peringkat 113 dunia, dan kini hampir mencapai peringkat 20 besar.
Lebih penting lagi, ia akan menghadapi sesama finalis untuk pertama kalinya, Mirra Andreeva, pada Sabtu (6/6) untuk kesempatan memenangi gelar Grand Slam pertamanya, dan final Roland Garros yang paling tidak terduga.
Baca juga: Kalahkan Svitolina, Kostyuk jumpa Andreeva di semifinal Roland Garros
Final French Open 2026 nanti akan menjadi pertemuan pertama antara Chwalinska dan Andreeva di level WTA Tour. Pertandingan tersebut juga akan menandai pertemuan pertama Chwalinska dengan lawan dari peringkat 10 besar.
"Saya sudah memainkan sembilan pertandingan di sini, jadi tidak ada rahasia," kata Chwalinska.
"Tapi saya sedikit menonton pertandingan Mirra. Mereka bermain sebelum kami, jadi saya menonton permainannya dan itu luar biasa. Ini pengalaman hebat lainnya bagi saya. Saya pasti akan memberikan yang terbaik."
"Ini adalah final Grand Slam," ujar petenis berusia 24 tahun itu.
Cerita bak Cinderella Chwalinska sama seperti Emma Raducanu, yang memenangi US Open 2021 setelah menjadi petenis kualifikasi pertama di era tenis modern atau Open yang mencapai final tunggal Grand Slam.
Seperti Raducanu, penampilannya di Roland Garros adalah penampilan kedua Chwalinska di babak utama Grand Slam. Ini juga menandai final tingkat tur pertamanya, sama seperti Raducanu di New York lima tahun lalu.
Baca juga: Emma Raducanu akhiri musim kompetisi lebih awal karena sakit
Bahkan, Chwalinska adalah petenis ketiga yang mencapai final tingkat WTA pertamanya di Grand Slam, bergabung dengan Raducanu dan Venus Williams, yang membuat terobosan di US Open 1997.
Chwalinska memiliki kesempatan untuk menuliskan akhir yang luar biasa untuk kisah bersejarah dan mengubah kariernya.
Ia sepenuhnya fokus pada momen yang ada di depan.
"Saya tidak memiliki banyak pengalaman, banyak kesempatan sebelumnya untuk bermain melawan pemain hebat dan berperingkat tinggi seperti itu," kata Chwalinska.
"Jadi ini sebenarnya pertama kalinya saya memiliki kesempatan ini. Saya senang bisa memanfaatkannya."
"Sekarang saya tahu bahwa peringkat saya akan memungkinkan saya untuk bermain lebih banyak di turnamen yang lebih besar," ujar petenis kelahiran Miechow itu.
"Ya, saya rasa kita akan lihat bagaimana saya akan melanjutkan. Untuk saat ini, saya hanya mencoba untuk fokus pada satu pertandingan lagi."
— Roland-Garros (@rolandgarros) June 4, 2026Penerjemah: Arindra Meodia
Editor: Junaydi Suswanto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































