Jakarta (ANTARA) - Kelompok petani binaan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI pada Program Lumbung Pangan Baznas di berbagai daerah di Indonesia kini tengah menyiapkan persediaan beras untuk keperluan zakat fitrah 1447 Hijriah.
Sejumlah lumbung pangan yang siap menyuplai beras zakat fitrah, antara lain Lumbung Pangan Purbalingga, Serang, Pesawaran, dan Lumbung Pangan Polewali Mandar.
Pimpinan Baznas RI Bidang Pendistribusian dan Pendayagunaan Saidah Sakwan melalui keterangan di Jakarta, Kamis mengatakan Baznas terus mengupayakan penyediaan beras zakat fitrah dengan kualitas premium, sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi petani binaan.
"Untuk penyuplaian beras zakat fitrah, kami mendahulukan mustahik binaan Baznas yang merupakan petani. Kami maksimalkan terlebih dahulu dari hasil mereka, dan jika masih terdapat kekurangan, barulah dilakukan kerja sama dengan pihak lain untuk memenuhinya," katanya.
Saidah menjelaskan proses penyediaan beras zakat fitrah tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga mengawal setiap tahapan produksi.
Mulai dari memastikan panen raya berjalan optimal, mengawasi proses penggilingan agar sesuai standar, hingga mengemas beras sesuai ketentuan distribusi Baznas.
"Langkah tersebut dilakukan untuk memastikan zakat fitrah tidak hanya tersalurkan dengan baik kepada para penerima manfaat, tetapi juga mampu memberikan dampak ekonomi yang berkelanjutan bagi petani mustahik binaan," ujarnya.
Selain aspek produksi, Saidah menyampaikan, kesiapan distribusi juga menjadi perhatian utama. Baznas menyiapkan sistem pengiriman yang terkoordinasi agar beras zakat fitrah dapat tiba tepat waktu di titik-titik penyaluran.
"Butir demi butir beras dari gabah yang mereka panen menjadi bukti gerakan pemberdayaan petani mustahik. Ini bukan sekadar distribusi bantuan, tetapi transformasi dari mustahik menjadi berdaya," ucap Saidah.
Ia menyebut beras premium yang dihasilkan merupakan buah kerja keras para petani dalam mengawal budidaya padi sejak masa tanam hingga panen tiba. Pendampingan intensif yang dilakukan Baznas memastikan kualitas produksi tetap terjaga dan memiliki daya saing.
"Dengan skema ini, para petani tidak hanya menerima bantuan modal dan pendampingan, tetapi juga memperoleh akses pasar yang jelas melalui penyerapan hasil panen untuk kebutuhan zakat fitrah," tutur Saidah Sakwan.
Baca juga: Baznas berdayakan mustahik di Purbalingga lewat program Lumbung Pangan
Baca juga: Lumbung Pangan Baznas di Sukabumi pasok 133,7 ton beras zakat fitrah
Baca juga: Program Lumbung Pangan Baznas berhasil cetak 80 orang muzaki baru
Pewarta: Sean Filo Muhamad
Editor: Nurul Hayat
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































