LSPR hadirkan media SADARI berbasis AI bagi remaja berkebutuhan khusus

9 hours ago 3

Jakarta (ANTARA) - LSPR Institute of Communication and Business mengembangkan “SADARI Ceria”, media komunikasi kesehatan berbasis video peraga dengan dukungan kecerdasan buatan (AI) dan kartu pictogram untuk membantu edukasi deteksi dini kanker payudara bagi remaja berkebutuhan khusus.

“SADARI Ceria kami kembangkan bukan hanya sebagai materi edukasi mengenai Periksa Payudara Sendiri, tetapi sebagai pendekatan komunikasi kesehatan yang lebih inklusif,” ujar Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat LSPR Yolanda Stellarosa berdasarkan keterangan yang diterima ANTARA pada Rabu.

Yolanda mengatakan inovasi tersebut dirancang agar informasi kesehatan dapat disampaikan dengan cara yang sederhana, visual, positif, dan tidak menimbulkan rasa takut.

“AI Video Peraga dan pictogram membantu menerjemahkan informasi tersebut menjadi pesan yang lebih mudah dipahami dan digunakan kembali oleh para pendamping,” katanya.

Baca juga: Dokter: Waspada ciri-ciri kanker pada perubahan fisik payudara

Baca juga: Dokter: Kombinasi Sadari, USG dan mamografi tingkatkan peluang sembuh

Inovasi tersebut diperkenalkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertema “Penerapan AI Video Peraga dan Pictogram sebagai Media Edukasi Deteksi Dini Kanker Payudara bagi Kelompok Pendamping Remaja Berkebutuhan Khusus di Rumah Autis” di Rumah Autis, Bekasi.

Kegiatan yang mendapat pendanaan hibah dari Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi itu diikuti sekitar 50 peserta yang terdiri atas orang tua, remaja berkebutuhan khusus, serta pendamping.

LSPR mengembangkan video peraga berbasis AI dan kartu pictogram sebagai media komunikasi kesehatan yang membantu menerjemahkan informasi menjadi pesan visual, konkret, bertahap, dan dapat digunakan kembali oleh orang tua maupun pendamping.

Pictogram digunakan untuk menyederhanakan pesan menjadi petunjuk visual, sedangkan video peraga berbasis AI menyajikan tahapan edukasi secara sistematis dan konsisten.

Kedua media tersebut dirancang sebagai alat bantu komunikasi dan tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran tenaga kesehatan maupun pendamping.

Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan edukasi mengenai pentingnya kesadaran terhadap kesehatan payudara serta cara menggunakan video peraga dan kartu pictogram.

Peserta juga diajak mendiskusikan cara menyampaikan pesan kesehatan menggunakan bahasa sederhana dan positif serta menyesuaikannya dengan kemampuan penerima pesan.

Perwakilan Rumah Autis Istie mengatakan media berupa video animasi dapat membantu orang tua dan pendamping karena dapat dipahami dan ditonton kembali.

“Video animasi mudah dipahami dan dapat ditonton berulang. Inovasi ini merupakan hal yang suportif bagi orang tua dan pendamping serta dapat dimanfaatkan untuk menyampaikan informasi kesehatan,” katanya.

Program tersebut menempatkan orang tua dan pendamping sebagai salah satu aktor penting dalam membangun literasi kesehatan bagi remaja berkebutuhan khusus.

LSPR juga melakukan evaluasi untuk melihat perubahan pemahaman peserta sebelum dan setelah kegiatan, termasuk pemahaman terhadap pesan SADARI serta kesiapan menggunakan kembali media edukasi yang diperkenalkan.

Video peraga berbasis AI dan kartu pictogram yang dikembangkan diharapkan dapat terus digunakan oleh pendamping di lingkungan Rumah Autis setelah kegiatan pelatihan selesai.

Baca juga: Deteksi dini penting untuk tangani tumor payudara

Baca juga: Wanita dianjurkan lakukan SADARI tiap bulan sejak usia 20 tahun

Baca juga: Pendekatan multidisiplin harapan baru pasien kanker payudara

Pewarta: Farika Nur Khotimah
Editor: Maria Rosari Dwi Putri
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |