LPS sebut perbankan syariah kini lebih kompetitif dari konvensional

2 hours ago 4

Jakarta (ANTARA) - Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Anggito Abimanyu menilai industri perbankan syariah di Indonesia saat ini sudah menjadi lebih kompetitif dibandingkan dengan perbankan konvensional.

Menurut dia, peningkatan daya saing tersebut membuktikan bahwa ekosistem perbankan syariah nasional terus bertransformasi, seiring dengan semakin tingginya tingkat kepatuhan serta pemenuhan kebutuhan masyarakat terhadap beragam layanan transaksi keuangan yang bebas dari unsur riba.

“Saya cukup yakin ya sekarang ini bank syariah itu lebih kompetitif daripada bank konvensional. Saya bisa buktikan dengan penelitian,” kata Anggito Abimanyu di Jakarta, Selasa.

Ia mengatakan salah satu faktor yang mendorong daya saing perbankan syariah saat ini adalah keberhasilan dalam menawarkan skema penetapan harga (pricing) yang jauh lebih kompetitif dan menarik bagi para nasabah.

Selain itu, peningkatan kualitas pelayanan sehari-hari yang dihadirkan oleh bank syariah juga dinilai turut berkontribusi terhadap daya saing perseroan.

Jika bank syariah dapat mempertahankan dua hal tersebut, ia optimis semakin banyak masyarakat Indonesia yang tertarik untuk menjadi nasabah dan masuk ke dalam ekosistem syariah, walau tanpa dukungan insentif dari pemerintah sekalipun.

“Sebetulnya, selama bank-bank syariah itu bisa memberikan pelayanan yang baik, service yang bagus, service yang prima, pricing yang kompetitif, (nasabah) akan datang sendiri kok,” kata Anggito.

Ia pun meminta para pelaku jasa keuangan untuk terus mengembangkan ekosistem keuangan syariah nasional secara bertahap dan inklusif.

Ia mengatakan, ekosistem keuangan syariah harus dibangun berdasarkan kesadaran atas kepatuhan terhadap prinsip halal dan menjadi gaya hidup agar dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

"Bertahap saja (pengembangan ekosistem perbankan syariah) dan biarlah itu inklusif. Biarlah bank-bank syariah itu tumbuh dan memberikan pelayanan, sehingga dia itu punya nilai manfaat," ujar dia.

Anggito mengatakan optimistis pertumbuhan ekonomi nasional yang kini cukup stabil pada kisaran 5 persen dapat membantu menciptakan penawaran (supply) yang dapat mendorong meningkatnya permintaan (demand) terhadap layanan perbankan syariah.

“Dengan pertumbuhan ekonomi 5 persen dan ekonomi kita juga growing (bertumbuh), itu bisa supply creates its own demand (sisi penawaran menciptakan permintaannya sendiri)," katanya menambahkan.

Pewarta: Uyu Septiyati Liman
Editor: Virna P Setyorini
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |