Listrik menyala, ibu-ibu Desa Agusen ibadah puasa-sambut Lebaran ceria

3 hours ago 1

Blangkejeren, Gayo Lues (ANTARA) - Warga, khususnya kaum ibu-ibu di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, Kabupaten Gayo Lues, Aceh bersyukur dapat menjalani ibadah puasa Ramadhan serta ceria menyambut Lebaran Idul Fitri dengan kondisi listrik yang kembali menyala setelah sempat padam akibat banjir bandang.

Kisrah, Ibu Kepala Dusun Singah Mule, Desa Agusen saat ditemui di rumahnya, Selasa, malam, mengatakan bahwa listrik di wilayah tersebut sempat padam total selama lebih dari dua bulan pascabanjir yang terjadi pada akhir November 2025.

Selama masa awal bencana tersebut aktivitas warga berjalan serba terbatas. Kisrah menjelaskan bahwa pada malam hari suasana menjadi lebih sunyi karena penerangan hanya mengandalkan lampu teplok, sementara sebagian besar kegiatan berakhir lebih cepat.

Keterbatasan itu juga dirasakan di dapur dan ruang keluarga. Ia bersama para tetangganya kembali menggunakan kayu bakar untuk memasak, serta memanfaatkan listrik dari tenaga surya fasilitas masjid secara bergantian untuk mengisi daya ponsel.

Baca juga: Presiden bantu daging meugang kedua untuk korban bencana Aceh

"Dalam kondisi gelap, anak-anak pun kesulitan belajar pada malam hari. Waktu berkumpul keluarga menjadi lebih singkat karena setelah Magrib sebagian besar warga memilih segera beristirahat," kata dia.

Akhirnya memasuki sepekan sebelum Ramadhan atau pertengahan Februari lalu, aliran listrik mulai kembali menyala secara bertahap, dan saat ini jaringan listrik sudah merata di Desa Agusen sehingga membawa perubahan besar bagi kehidupan warga.

Penerangan yang kembali pulih membuat aktivitas ibadah selama Ramadhan berjalan lebih lancar, mulai dari persiapan sahur hingga berbuka puasa, sekaligus memberi ruang bagi anak-anak untuk kembali belajar mengaji dengan lebih nyaman.

"Benar, tidak hanya menarik kabel baru, petugas PLN juga menggantikan meteran listrik rumah warga yang rusak," ungkapnya.

Desa Singah Mule ini merupakan satu dari empat dusun yang berada dalam wilayah administrasi Desa Agusen.

Baca juga: Penyintas bencana di Desa Babo Aceh beralih profesi jadi buruh kayu

Total jumlah warga di Agusen sebanyak 279 keluarga yang semuanya menjadi korban banjir bandang. Dari jumlah tersebut ada sebanyak 155 kepala keluarga (KK) menempati rumah hunian sementara (huntara) karena rumahnya rusak bahkan hancur hingga hanyut digulung arus deras.

Selebihnya memilih bertahan di rumah lama ataupun memperbaiki rumah lama yang rusak dengan memanfaatkan material sisa banjir, termasuk keluarga Kisrah.

Meskipun warga Dusun Singah Mule tidak terlalu terdampak karena berlokasi jauh dari aliran sungai, namun Kisrah mengakui diri sangat sedih dan terpukul melihat kondisi bencana yang melanda lingkungan tempat tinggalnya itu.

Bahkan, tak sedikit warga yang harus berjalan kaki puluhan kilometer untuk mengungsi karena akses jalan terputus dan rumah beserta seluruh harta bendanya hilang disapu banjir.

Untuk itu, ia menyampaikan apresiasi kepada pemerintah dan pihak terkait, termasuk PLN, TNI, Polri dan BNPB, BPBD Gayo Lues hingga relawan atas upaya menormalisasi kondisi pascabencana sehingga masyarakat tenang menjalani Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah/2026.

Baca juga: Penyintas bencana Aceh Tamiang bersihkan kebun setelah Idul Fitri

Pewarta: M. Riezko Bima Elko Prasetyo
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |