Legislator dorong 1.185 guru di Garut tuntas ikut PPG pada 2026

1 week ago 7
Tahun ini harus, harus tuntas, sebenarnya tahun lalu sudah tuntas, dan ternyata sampai sekarang Garut masih ada 1.185

Garut (ANTARA) - Anggota Komisi X DPR RI Ferdiansyah mendorong pemerintah pusat untuk menuntaskan 1.185 guru di Kabupaten Garut, Jawa Barat bisa mengikuti program Pendidikan Profesi Guru (PPG) untuk meningkatkan kompetensi tenaga pendidik, sekaligus mendapatkan tunjangan dari sertifikasi.

"Kita akan mendorong karena data yang kami terima dari Januari sampai Maret (2026) ternyata ada 1.185 berstatus PNS, PPPK maupun di luar itu belum melakukan PPG," kata Ferdiansyah saat kegiatan Peningkatan Kesejahteraan Guru Melalui Sertifikasi di Cipanas, Kabupaten Garut, Selasa.

Ia menuturkan, Komisi X DPR RI yang salah satunya membidangi pendidikan akan terus mendorong Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) RI untuk memperhatikan guru yang belum mendapatkan kesempatan mengikuti PPG.

DPR RI bersama Kemendikdasmen, kata dia, berupaya memberikan pendampingan dan panduan teknis dalam pelaksanaan program PPG tersebut bagi seluruh guru di Garut.

Baca juga: 98 ribu guru ikuti uji pengetahuan PPG Batch 4 Kemenag

"Jadi, yang kita undang ini adalah orang-orang yang memang calon-calon yang belum mengikuti PPG, nah harapannya juga dia sendiri selesai dari acara ini bisa mensosialisasikan dan mengajak teman-temannya untuk melakukan kegiatan PPG," katanya.

Ia menyampaikan, setiap tahunnya Kemendikdasmen menyelenggarakan PPG untuk semua guru yang mengajar di sekolah swasta maupun negeri agar bisa mengikuti program PPG.

Khusus guru di Garut, kata dia, diharapkan seluruhnya bisa mengikuti PPG atau tuntas di tahun 2026 agar secepatnya mendapatkan sertifikasi yang bisa memberikan kesejahteraan bagi guru.

"Tahun ini harus, harus tuntas, sebenarnya tahun lalu sudah tuntas, dan ternyata sampai sekarang Garut masih ada 1.185," katanya.

Ia menambahkan, program PPG itu tidak melihat sekolah swasta maupun negeri, yang sudah berstatus pegawai negeri sipil, PPPK, maupun PPPK Paruh Waktu, semuanya harus ikut PPG sesuai perintah undang-undang.

"Harus semua guru ikut, tanpa kecuali, dan manfaatnya nanti dapat penghasilan satu kali gaji pokok," katanya.

Salah seorang guru SDN 3 Wanamekar, Kecamatan Wanaraja, Garut yang belum ikut PPG, Elis Halisa menyampaikan terima kasih adanya kegiatan tersebut yang memberikan perhatian kepada guru agar mendapatkan kesempatan mengikuti PPG.

Ia yang sudah menjadi guru selama 18 tahun itu berharap tahun ini dapat dipanggil mengikuti program PPG karena sudah mendapatkan ijazah S1 sebagai salah satu syarat PPG.

"Sekarang menjadi guru SD, mudah-mudahan ke depannya bisa PPG," katanya.

Baca juga: Kemenag pastikan tunjangan profesi guru lulusan PPG 2025 akan dibayar

Pewarta: Feri Purnama
Editor: Sambas
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |