Jakarta (ANTARA) - Seorang ibu rumah tangga bernama Venny Hermawati (41) terlempar ke luar rumah hingga terluka parah akibat ledakan yang dipicu kebocoran tabung gas 12 kilogram di Jalan Jelambar III, Grogol Petamburan, Jakarta Barat, Rabu pagi.
"Dari saksi pertama yang lihat itu ada korban yang terlempar keluar dengan kondisi seluruh badan kena luka ledakan dan bau gas," kata Ketua RT 14 RW 07, Wenny Trisuarni saat di lokasi, Rabu.
Berdasarkan informasi dari pihak keluarga, kata Wenny, korban mengalami luka bakar hingga sekitar 80 persen di sekujur tubuhnya.
"Kalau kondisi terakhir, (informasi) dari keluarga (korban mengalami luka) sekitar 80 persen. Itu kondisinya, karena bajunya itu dudah sampai robek-robek," ujar Wenny.
Baca juga: Ledakan akibat kebocoran gas terjadi di Jakbar
Lantas korban pun segera dilarikan ke Rumah Sakit (RS) Royal Trauma oleh warga menggunakan mobil pribadi. "Dibawa ke Rumah Sakit Royal Trauma. Itu dibawa sama warga pakai mobil," Wenny.
Menurut Wenny, tabung gas tidak meledak, namun gas 12 kilogram (kg) yang bocor dan memenuhi ruangan rumah sejak malam hari.
"Sebenarnya tabungnya itu enggak meledak. Gasnya itu 12 kilo. Dari Damkar dugaannya karena bau gas yang menyengat banget. Gas itu sudah semalaman bocor, karena ruangan tertutup, tidak ada ventilasi," katanya.
Baca juga: Dua rumah hancur akibat ledakan gas 12 kg di Jaktim
la menambahkan, dugaan sementara ledakan terjadi saat korban beraktivitas di pagi hari.
"Namanya ibu-ibu, pasti mau menyiapkan makanan. Kemungkinan itu dia ada aktivitas, tapi ini baru dugaan karena korban juga lagi luka parah," katanya.
Selain rumah korban, dua rumah lain di sekitar lokasi juga terdampak akibat ledakan tersebut.
Di lokasi, bagian depan dan dalam rumah rusak berat. Puing-puing bangunan berserakan hingga ke jalan.
Petugas Penanganan Prasarana dan Sarana Umum (PPSU) Kelurahan Jelambar pun melakukan pembersihan material bangunan yang runtuh akibat ledakan.
Pewarta: Redemptus Elyonai Risky Syukur
Editor: Sri Muryono
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































