Lebaran Betawi, harmoni tradisi dan kota global

1 hour ago 4
Lebaran Betawi bukan sekadar ajang silaturahmi, melainkan juga langkah nyata untuk melestarikan tradisi.

Jakarta (ANTARA) - Jakarta memproklamirkan diri sebagai Kota Global dan Berbudaya.Proklamasi ini bukan tanpa alasan, melainkan merupakan upaya kuat untuk menggabungkan modernisasi dengan budaya lokal Betawi.

Suku Betawi merupakan penduduk asli Batavia—kini Jakarta— dan sekitarnya, yang memiliki beragam warisan budaya seperti kesenian, tarian tradisional, makanan khas, busana, tradisi, dan lain-lain.

Beberapa kesenian ikonik khas Betawi di antaranya Ondel-ondel, Lenong, Tanjidor, dan Gambang Kromong. Selain itu Betawi juga memiliki makanan khasnya yang tersohor yaitu Kerak Telor, Soto Betawi, serta Gabus Pucung.

Busana khas Betawi meliputi kebaya encim yang dikenakan oleh perempuan, serta baju sadariah untuk laki-laki. Selain itu, terdapat pula tradisi palang pintu yang masih sering dijumpai dalam berbagai acara khas Betawi.

Budaya Betawi merupakan identitas masyarakat DKI Jakarta. Oleh karena itu, identitas ini harus terus dijaga dan dilestarikan agar tidak hanya menjadi dongeng bagi generasi mendatang.

Pelestarian budaya dapat dilakukan dengan berbagai cara, antara lain melalui pendidikan kepada generasi penerus, pembiasaan dalam kehidupan sehari-hari, serta dukungan program dari pemerintah.

Salah satu upaya melestarikan budaya Betawi adalah melalui perhelatan Lebaran Betawi. Acara tahunan yang digelar setelah Idulfitri ini memiliki peran strategis dalam memperkuat persatuan masyarakat sekaligus meneguhkan identitas budaya Jakarta sebagai kota global yang berakar kuat pada tradisi lokal.

Pelestarian budaya Betawi tidak cukup dilakukan hanya melalui pertunjukan seni atau festival semata. Pelestarian membutuhkan upaya berkelanjutan untuk menjaga nilai-nilai budaya, memperkuat identitas, serta menanamkannya kepada generasi muda sebagai bagian dari kehidupan sehari-hari.

Oleh karena itu, mengenal dan melestarikan budaya Betawi merupakan tanggung jawab bersama seluruh warga Jakarta.

"Budaya Betawi adalah identitas utama yang harus terus hidup dan berkembang di tengah perubahan zaman," kata Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung  saat menghadiri pembukaan Lebaran Betawi, Sabtu (11/4).

Pada 2008, Badan Musyawarah (Bamus) Betawi menggagas Lebaran Betawi sebagai ajang untuk menjalin silaturahmi antarwarga setelah perayaan Idulfitri.

Pada awal penyelenggaraannya, Lebaran Betawi hanya berlangsung selama satu hari. Namun, seiring meningkatnya antusiasme masyarakat, perayaan tersebut kemudian diperpanjang hingga tiga hari.

Lebaran Betawi yang telah ditetapkan sebagai agenda tahunan oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta perlu terus dilestarikan karena memiliki beragam kegiatan budaya yang tidak hanya menghibur, tetapi juga berperan dalam menjaga tradisi.

Ketua Umum Badan Musyawarah (Bamus) Betawi, Riano P. Ahmad, menyatakan bahwa Lebaran Betawi menjadi momen penting untuk menjaga silaturahmi sekaligus melestarikan tradisi yang diwariskan secara turun-temurun.

Baca juga: Lebaran Betawi bisa jadi program pariwisata unggulan Jakarta

Editor: Dadan Ramdani
Copyright © ANTARA 2026

Read Entire Article
Rakyat news | | | |