Jakarta (ANTARA) - Direktur Utama Perum LKBN ANTARA Benny Siga Butarbutar mengungkapkan ANTARA menggelar Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka memberikan edukasi terkait keselamatan di perlintasan kereta.
"Tantangan terbesar yang kita hadapi juga adalah masih rendahnya kesadaran publik terhadap pentingnya keselamatan di perlintasan kereta. Di sinilah peran LKBN Antara menjadi sangat penting yaitu mengamplifikasi pesan-pesan edukasi kepada masyarakat luas sehingga keselamatan dapat tumbuh menjadi budaya bersama bukan sekedar kepatuhan terhadap aturan," ujar Benny dalam FGD "Tata Kelola Perlintasan Kereta Api: Tantangan, Solusi, dan Komitmen Bersama" di ANTARA Heritage Center, Jakarta, Rabu.
Perum LKBN ANTARA menggelar FGD mengenai tata kelola perlintasan kereta api yang sangat relevan jika dilihat dari perspektif sosial dan budaya.
Keberadaan perlintasan kereta ilegal pada dasarnya merupakan sebuah bom waktu. Setiap kejadian kecelakaan yang masyarakat baca di media bukan sekedar angka statistik, tetapi merupakan cermin dari hilangnya nyawa manusia serta kerugian sosial dan ekonomi yang tidak kecil.
"Saya pikir di transportasi industri, kita harus mengupayakan namanya zero mistake. Itu harus jadi standar kita, kita harus membuat sebuah bangsa ini belajar bahwa ada kerugian yang besar bagi bangsa ini," kata Benny.
Dirinya mengatakan bahwa dalam strategi komunikasi itu ada tiga hal yang harus dipegang. Pertama, to secure understanding, harus menjamin memastikan bahwa pesan-pesan bisa dimengerti dengan gampang dengan mudah.
Kedua, pesan-pesan dalam komunikasi itu adalah harus to secure acceptance. Diterima dengan cepat tanpa ada keraguan ada makna ganda.
"Kalau kita harus bisa berubah maka berubah menjadi lebih baik," kata Benny.
Ketiga, dalam komunikasi pesan-pesan yang strategik itu adalah harus to motivate action.Untuk membangun sebuah aksi yang sama-sama sehingga bisa berkelanjutan untuk kebaikan yang lebih besar.
"Melalui forum FGD ini kami sangat berharap dapat memperoleh berbagai masukan pandangan dan juga rekomendasi dari para narasumber yang hadir baik dari kalangan akademisi, pengamat, budayawan, maupun komunitas pencinta kereta api. Kami percaya bahwa diskusi lintas perspektif seperti ini akan menghasilkan solusi yang lebih komprehensif dan berkelanjutan," kata Benny.
Dirinya berharap semoga forum ini tidak hanya berhenti sebagai ruang diskusi tetapi juga menjadi langkah awal dalam mendorong kebijakan dan aksi nyata yang lebih baik, lebih bermartabat demi keselamatan transportasi Indonesia yang lebih baik di hari ke depannya.
Baca juga: Komisi V minta Pemda-Kemenhub berantas perlintasan ilegal rel kereta
Baca juga: KAI tutup 316 perlintasan sebidang demi tingkatkan keselamatan
Baca juga: Pakar ingatkan pemda perlu berperan tertibkan perlintasan KA liar
Pewarta: Suharsana Aji Sasra J C
Editor: Faisal Yunianto
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































