Lampung Selatan (ANTARA) - Pemerintah Kabupaten Lampung Selatan menyatakan kesiapan untuk memperkuat ketahanan pangan sekaligus menopang pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) di wilayah tersebut melalui program hilirisasi peternakan ayam.
Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, di Kalianda Kamis mengatakan hilirisasi unggas merupakan program pemerintah pusat sebagai upaya mengurangi ketergantungan pasokan telur dan daging ayam dari luar daerah.
“Program hilirisasi peternakan ayam menjadi bagian dari strategi penguatan produksi daging ayam dan telur nasional guna menjaga swasembada pangan serta meningkatkan daya saing sektor peternakan,” kata dia.
Menurutnya, pihaknya telah menerima audiensi dari Direktur Pakan Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan (Ditjen PKH) Kementerian Pertanian RI Tri Melasari, di Ruang Kerja Bupati Lampung Selatan, Kamis (5/02).
“Salah satu fokus utamanya melalui program “Ayam Merah Putih” yang mencakup bantuan bibit, pakan, kandang bagi peternak, serta pengembangan industri ayam terintegrasi dari hulu hingga hilir,” ucapnya.
Oleh karena itu, dirinya menegaskan dukungannya terhadap program pemerintah pusat. Sehingga penguatan sektor peternakan ayam relevan dengan kondisi harga komoditas yang mulai mengalami kenaikan.
Dengan adanya program ini, dia berharap hilirisasi peternakan ayam mampu meningkatkan kesejahteraan peternak, menjaga stabilitas harga, sekaligus memperkuat ketersediaan protein hewani bagi masyarakat.
“Secara prinsip saya sebagai Bupati Lampung Selatan siap mendukung program dari pemerintah pusat. Tinggal nanti dinas terkait menindaklanjuti kebutuhan teknis. Intinya, saya siap mendukung,” kata Bupati.
Sementara itu, Direktur Pakan Ditjen PKH Kementerian Pertanian RI Tri Melasari, mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut arahan Presiden dalam memperkuat daya saing peternakan nasional di tengah tantangan global, termasuk tekanan impor produk pangan.
“Untuk beras sudah tercapai. Sebenarnya untuk daging ayam dan telur sudah tercukupi, tetapi tantangan kita adalah menahan masuknya impor. Karena itu kita harus menciptakan daya saing di masyarakat. Dengan adanya program ini diharapkan sektor peternakan bisa bertahan,” ujar dia.
Ia juga menambahkan, kebutuhan daging ayam dan telur diperkirakan meningkat seiring pelaksanaan program MBG. Tanpa ekspansi produksi, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan defisit pasokan di masa depan.
“Ke depan kita akan terus berkoordinasi. Tahap awal yang penting adalah legalitas lahan agar proyek dapat segera dibangun,” katanya.
Pewarta: Riadi Gunawan
Editor: Wuryanti Puspitasari
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































