Kurs rupiah peroleh sentimen positif dari pernyataan BI

1 day ago 5
sentimen positif datang dari pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan telah memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar 'Non-Deliverable Forward (NDF) offshore' sejak April 2026

Jakarta (ANTARA) - Nilai tukar rupiah pada Kamis pagi bergerak menguat 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp18.063 per dolar AS dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp18.068 per dolar AS.

Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX) Muhammad Amru Syifa menyatakan rupiah memperoleh sentimen positif dari pernyataan Bank Indonesia (BI).

“Tidak terdapat rilis data ekonomi utama yang secara langsung memengaruhi pergerakan rupiah. Namun, sentimen positif datang dari pernyataan Bank Indonesia yang menegaskan telah memperkuat langkah stabilisasi nilai tukar melalui intervensi di pasar Non-Deliverable Forward (NDF) offshore sejak April 2026,” ungkap dia kepada ANTARA di Jakarta, Kamis.

BI juga disebut menyampaikan bahwa pemantauan pasar valuta asing dilakukan secara berkelanjutan melalui kantor perwakilan di luar negeri serta didukung perluasan instrumen operasi moneter.

Baca juga: Rupiah pada Kamis pagi melemah jadi Rp18.071 per dolar AS

Baca juga: Rupiah menguat dipengaruhi landainya inflasi AS

Langkah tersebut memberikan keyakinan kepada pelaku pasar bahwa BI memiliki instrumen yang memadai untuk menjaga stabilitas rupiah di tengah ketidakpastian global.

Rupiah juga memperoleh dukungan dari melemahnya dolar AS setelah rilis data inflasi Amerika Serikat (Indeks Harga Konsumen). Mengutip Anadolu, inflasi konsumen tahunan AS melambat menjadi 3,5 persen pada Juni 2026 yang di bawah ekspektasi pasar karena penurunan tajam harga energi mendorong penurunan bulanan terbesar sejak April 2020. Tingkat inflasi tahunan melambat dari 4,2 persen pada Mei 2026.

Indeks Harga Konsumen turun 0,4 persen pada Juni dari bulan sebelumnya pasca naik 0,5 persen pada Mei. Adapun inflasi inti, tak berubah secara bulanan dan melambat jadi 2,6 persen per tahun dari 2,9 persen pada Mei.

“Ini memperkuat ekspektasi pasar bahwa Federal Reserve memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan moneternya. Kondisi tersebut menekan permintaan terhadap dolar AS dan memberikan ruang bagi mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, untuk menguat,” kata Amru.

Baca juga: Rupiah pada Rabu pagi menguat jadi Rp18.070 per dolar AS

Baca juga: Rupiah menguat seiring laporan positif dari S&P Global Ratings

Pewarta: M Baqir Idrus Alatas
Editor: Agus Salim
Copyright © ANTARA 2026

Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

Read Entire Article
Rakyat news | | | |