Paris (ANTARA) - Lebih dari 30 negara, termasuk Prancis, China, Kanada, dan Jepang, berjanji memajukan inovasi nuklir serta mendukung pengembangan dan peningkatan kapasitas di bidang energi nuklir dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Energi Nuklir kedua yang berakhir pada Selasa (10/3) di Paris.
Para kepala negara, pemimpin pemerintahan, dan perwakilan senior dari 30 lebih negara, bersama para kepala organisasi internasional terkait, menghadiri pertemuan tersebut dan mengeluarkan pernyataan bersama bertajuk "Energi nuklir yang aman dan terjangkau untuk semua".
Dalam pernyataan itu, para peserta berkomitmen untuk terus memajukan inovasi teknologi, lebih lanjut meningkatkan kinerja operasional, keselamatan, serta kelayakan ekonomi pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN). Mereka juga berkomitmen untuk memperkuat ketahanan dan keamanan industri energi nuklir global beserta rantai pasokannya, serta memberikan kontribusi positif bagi pengembangan industri lokal, keterlibatan para pemangku kepentingan, dan upaya peningkatan kapasitas, khususnya di negara-negara yang baru mulai atau sedang menjajaki energi nuklir.
Sementara itu, kerja sama internasional China di bidang nuklir menarik minat dan pujian luas dari para peserta dalam KTT yang diselenggarakan oleh Prancis bersama Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA).
Sejak 1980-an, perusahaan utilitas listrik Prancis EDF menjalin kerja sama dengan China di sektor nuklir. Berbicara dalam KTT tersebut, Ketua sekaligus CEO EDF Bernard Fontana mengatakan bahwa dekarbonisasi ekonomi, kenaikan biaya energi, serta ekspansi pusat data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menjadikan energi nuklir sebagai salah satu solusi utama.
Merujuk pada penyelesaian proyek yang lebih cepat dan pengendalian biaya, Fontana mengatakan mitra-mitra China telah berbagi pengalaman sukses mereka, seraya menyampaikan terima kasih kepada pihak China atas upayanya dalam mendorong kemajuan kerja sama yang telah terjalin.
Pang Songtao, presiden China General Nuclear Power Corporation (CGNPC), juga mengatakan bahwa perkembangan CGNPC dimulai dari kerja sama China-Prancis dalam pembangunan PLTN Daya Bay, yang kemudian diikuti pembangunan bersama PLTN Taishan dengan Prancis.
CGNPC akan terus memperluas kerja sama luar negeri, secara aktif berintegrasi dalam ekosistem industri energi bersih dari Inisiatif Sabuk dan Jalur Sutra, serta terus menyediakan energi yang aman, stabil, hijau, dan bersih bagi dunia, tambah Pang.
Gaspard Liyoko Mboyo, ketua Komisi Energi Nuklir Afrika (African Commission on Nuclear Energy/AFCONE), mengatakan bahwa China terus bergerak maju dalam pengembangan energi nuklir, sementara benua Afrika memiliki kebutuhan yang signifikan di bidang tersebut. Hal ini membuka peluang kerja sama antara Afrika dan China, kata Mboyo.
Penerjemah: Xinhua
Editor: Alviansyah Pasaribu
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































