Jakarta (ANTARA) - Komunitas Peduli Sungai Cileungsi Cikeas (KP2C) bekerja sama dengan Aim Analytics (Malaysia) Sdn Bhd mengembangkan purwarupa “Cirrus Pod”, sebuah sistem deteksi dini banjir yang dikembangkan tim teknis Aim Analytics di Malaysia.
Ketua KP2C, Puarman, dikonfirmasi di Jakarta, Minggu, mengatakan bahwa uji coba sistem tersebut direncanakan berlangsung di Sungai Cikeas dan Sungai Cileungsi, Jawa Barat yang selama ini menjadi sumber luapan air saat intensitas hujan berskala tinggi.
"Saat ini KP2C menunggu proses pengiriman, pemasangan, dan pengoperasian perangkat tersebut," katanya.
Dikatakan Puarman, KP2C berbadan hukum yang berdiri sejak 2016 dan beranggotakan sekitar 41.000 korban banjir di sekitar bantaran sungai tersebut.
Ia menilai perangkat itu sangat bermanfaat sebagai sistem peringatan dini bagi ratusan ribu warga di Kabupaten Bogor, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bekasi yang tinggal di sepanjang Sungai Cikeas, Sungai Cileungsi, dan Kali Bekasi.
Baca juga: BMKG kembangkan pusat kendali ganda sistem peringatan dini nasional
Pengarah Eksekutif Aim Analytics, Reneir Tara, dalam surat resmi kepada KP2C mengatakan bahwa purwarupa Cirrus Pod merupakan bentuk dukungan terhadap inisiatif masyarakat dalam mitigasi bencana.
Menurut dia, perangkat ini dirancang sebagai proyek percontohan dan akan dipasang di dua titik strategis untuk memantau ketinggian air secara real-time serta memberikan peringatan dini terhadap potensi banjir.
Keunggulan Cirrus mencakup pemantauan otomatis 24 jam dengan sensor berakurasi tinggi, pengiriman data secara real-time melalui jaringan internet disertai notifikasi kepada warga.
Selain itu, purwarupa tersebut juga memiliki sistem terintegrasi yang dapat dikembangkan dengan platform pemantauan yang sudah ada, serta memiliki ketahanan perangkat terhadap kondisi cuaca ekstrem.
“Kami berharap dapat melaksanakan beberapa poin kerja sama dengan KP2C,” kata Reneir Tara.
KP2C akan memfasilitasi komunikasi dan koordinasi dengan instansi pemerintah daerah, termasuk BPBD Kabupaten Bogor, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), serta Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).
Baca juga: BNPB soroti lemahnya peringatan dini longsor di daerah rawan
Koordinasi diperlukan untuk penentuan lokasi pemasangan dan perizinan instalasi agar pelaksanaan program sesuai ketentuan yang berlaku.
Aim Analytics yang berbasis di Kuala Lumpur juga akan memberikan pelatihan teknis kepada tim KP2C mengenai pengoperasian, kalibrasi, dan pemeliharaan perangkat Cirrus Pod.
Selain itu, perusahaan akan menyiapkan sistem dashboard pemantauan daring yang dapat diakses langsung oleh KP2C.
Aim Analytics berharap inisiatif ini menjadi langkah awal kerja sama antara organisasi komunitas dan perusahaan pengembang teknologi sistem peringatan dini, guna memperkuat kapasitas deteksi dan mitigasi banjir di wilayah Sungai Cileungsi–Cikeas serta secara nasional.
Dalam pernyataannya, Reneir Tara juga menyampaikan apresiasi kepada KP2C atas dedikasi dalam menjaga kelestarian sungai serta menggerakkan masyarakat dalam pencegahan banjir di Kabupaten Bogor dan Bekasi.
“Kami mengucapkan terima kasih atas perhatian dan kerja sama KP2C. Kami menantikan keberhasilan implementasi Prototipe Cirrus demi kepentingan masyarakat luas,” kata Reneir.
Baca juga: Kemenhut bakal kembangkan sistem peringatan dini bencana di areal DAS
Baca juga: Anggota DPR minta BNPB perkuat sistem peringatan dini bencana
Pewarta: Andi Firdaus
Editor: Riza Mulyadi
Copyright © ANTARA 2025
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.

















































