Denpasar (ANTARA) - Gubernur Bali Wayan Koster mengajak masyarakat pada Peringatan HUT Ke-68 Provinsi Bali agar ikut mensukseskan program periode 2025-2030 sebagai pondasi Haluan Pembangunan Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru.
“Dengan tekad yang kuat, saya mengajak seluruh komponen masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda, marilah kita laksanakan dan sukseskan bersama program pembangunan Bali periode 2025–2030 dalam rangka membangun pondasi yang kokoh untuk kesuksesan Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru 2025–2125,” kata dia.
Koster saat Apel HUT Ke-68 Provinsi Bali di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Jumat, mengatakan kesukseskan pada lima tahun pertama haluan pembangunan bertujuan untuk mempertahankan Bali hingga bisa dinikmati generasi penerus dari zaman ke zaman nanti.
“Maka saya mengajak seluruh masyarakat Bali dan adik-adik generasi muda yang saya banggakan agar tetap kompak, guyub, bersatu, solid bergerak mewujudkan harapan dan optimisme masa depan Bali era baru,” ujarnya.
Usia ke-68 tahun sendiri menjadi momentum reflektif bagi Pemprov Bali, dimana Provinsi Bali telah mampu melewati perjalanan panjang sejak tahun 1958 sampai saat ini dengan berbagai kemajuan dan prestasi yang dicapai, serta mampu mengatasi berbagai permasalahan dan tantangan pembangunan dalam menghadapi dinamika lokal, nasional, dan global.
Namun Koster tak ingin ini hanya menjadi momentum mengenang perjalanan sejarah, melainkan untuk melakukan refleksi atas berbagai capaian pembangunan, sekaligus memperkuat tekad dan komitmen dalam membangun Bali ke depan.
Pada periode pertama menjadi Gubernur Bali sejak 2018 lalu, Wayan Koster berpegang pada visi Nangun Sat Kerthi Loka Bali yang telah dituangkan dalam 44 Tonggak Peradaban Penanda Bali Era Baru, yang pada intinya untuk menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali.
Pada HUT ke-68 Provinsi Bali tahun ini, ia mengangkat tema Suci Lascarya Nusa Wijaya yang bermakna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali.
“Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang kita lakukan hendaknya dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong dan bertanggung jawab demi Nindihin Gumi Bali, mewujudkan Bali era baru, Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan niskala-sekala,” ujarnya.
Adapun pencapaian pembangunan yang menurutnya patut disyukuri seluruh masyarakat adalah berhasilnya memperjuangkan Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali yang diundangkan pada tanggal 4 Mei tahun 2023.
Undang-Undang Provinsi Bali berisi ketentuan yang mengakui keberadaan desa adat, subak, Sat Kerthi, kebudayaan, dan kearifan lokal Bali.
Undang-Undang Provinsi Bali kini menjadi payung hukum penyelenggaraan arah dan tatanan pembangunan Bali yang dituangkan dalam Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru Tahun 2025–2125.
Untuk itu di periode keduanya memimpin, PR yang dihadapi adalah mensukseskan lima tahun pertama haluan pembangunan.
“Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali 5 tahun ke depan akan menjadi pondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang zaman,” kata dia.
Pembangunan Bali 100 tahun ke depan sendiri diselenggarakan dengan visi menjaga kesucian dan keharmonisan alam, manusia, dan kebudayaan Bali berbasis nilai-nilai kearifan lokal Sat Kerthi, yaitu penyucian dan pemuliaan enam sumber kesejahteraan dan kebahagiaan kehidupan manusia dan kehidupan yang ada di alam ini.
Ia mengingatkan kepada masyarakat bahwa pembangunan Bali periode 2025-2030 dijabarkan dalam enam bidang prioritas yaitu pertama adat, agama, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal; kedua kesehatan, pendidikan, pemuda olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan; dan ketiga transformasi perekonomian dengan Ekonomi Kerthi Bali.
Selanjutnya keempat infrastruktur darat, laut, dan udara, serta transportasi; kelima lingkungan, kehutanan, dan energi; serta keenam pulau digital dan keamanan Bali.
“Pembangunan Bali diselenggarakan dengan Pola Pembangunan Semesta Berencana, yaitu pembangunan yang terpola, menyeluruh, terencana, terarah, dan terintegrasi dalam satu kesatuan wilayah satu pulau, satu pola, dan satu tata kelola,” tuturnya.
Baca juga: Wamen ATR: RTR dan RDTR jadi kompas pembangunan di Bali
Baca juga: Menpar usul bentuk pokja guna petakan pembangunan infrastruktur Bali
Pewarta: Ni Putu Putri Muliantari
Editor: Ahmad Wijaya
Copyright © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.


















































